Cincopa Gallery

...

Minggu, 17 September 2017

Game Bunsay 4-6: Like Father Like Daughter

September 17, 2017 0 Comments
Hari ke- Tanggal Aktivitas Gaya Belajar
1 10-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Berendam dalam ember V-A-K
2 11-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
b. Meniru ekspresi Bundo V-A
3 12-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
b. Mengenal warna  V-A
c. Mengenal nama benda  V-A
4 13-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Memandikan boneka V-K
5 14-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Bermain bersama teman V-A-K
c. Meniru perbuatan Ayah V-A-K
6 15-Sep a. Meniru perbuatan Ayah V-A-K
b. Berendam dalam ember V-A-K


Sebelum tidur malam, biasanya Ayah Sofie suka memutar video film di televisi yang kami letakkan di hadapan tempat tidur kami. Selagi asyik menonton, Sofie, jika tidak sedang menyusu dengan gaya akrobatnya, terkadang ia sibuk pamer di hadapan ayahnya, misalnya dengan bersuara sambil mengangkat tangan layaknya sedang berpidato, melompat-lompat, atau bahkan lari-lari ke pinggir tempat tidur, berharap mendapat teriakan khawatir dari sang ayah. Acara menonton film ayah jadi terganggu deh.... Usil, ya? Hihihi....

Namun malam ini, selagi Sofie asyik menyusu dalam dekapan saya, si ayahlah yang bergantian berulah usil. Ayah menatap Sofie yang posisinya ada di seberangnya, dibatasi oleh saya yang berada di tengah-tengah. Lalu si ayah menempelkan bibirnya di perut saya, dan menghembuskan nafas lewat mulut.

"Prrllrlrttt!"

Terdengar suara aneh. Sofie terdiam, matanya membelalak. Perlahan dia bangkit duduk, dan ikut mendekatkan kepalanya ke perut saya. Oho! Si kecil tertarik untuk meniru perbuatan ayah rupanya.

"Psssstttt...."

Lho, kok bunyinya beda?

Ternyata si kecil cuma meniup 😃. Bibirnya tidak tepat tertutup menempel dengan kulit saya saat meniup.

"Tempel, nak, tutup bibirnya biar kencang suaranya..." ujar ayah Sofie. Si kecil pun mencoba lagi.

"Prrllrlrttt!"

Kami tertawa. Akhirnya Sofie berhasil mengeluarkan suara aneh dari perut ibunya dengan keterampilan barunya ini. Aspek yang berkembang dalam aktivitas ini menurut saya adalah visual, auditori, dan kinestetik.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Game Bunsay 4-5: Bermain bersama teman

September 17, 2017 0 Comments


Hari ke- Tanggal Aktivitas Gaya Belajar
1 10-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Berendam dalam ember V-A-K
2 11-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
b. Meniru ekspresi Bundo V-A
3 12-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
b. Mengenal warna  V-A
c. Mengenal nama benda  V-A
4 13-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Memandikan boneka V-K
5 14-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Bermain bersama teman V-A-K
c. Meniru perbuatan Ayah V-A-K

Paska mengadakan event kuliah umum IIP Padang yang mendatangkan Bu Septi, Pak Dodik, dan Mas Elan sepekan lalu, saya dan ibu-ibu panitia lainnya mengadakan pertemuan di rumah. Tidak ramai yang datang hari ini, hanya Ms Yuli sebagai koordinator kota, bunda Tika sebagai sekretaris, dan bunda Anggi, sang seksi sibuk. Bunda Anggi yang menurut saya luar biasa kuat meskipun tubuhnya mungil ini, seperti biasa datang dengan diiringi oleh 2 orang putrinya, Farah (4 tahun) dan Faisha (di bawah 1 tahun).

Selagi para ibu mengobrol, Sofie dan Farah asyik bermain bersama. Farah memanjat sofa, Sofie ikut memanjat sofa. Farah memainkan piano, Sofie ikut bermain piano. Farah makan, Sofie pun ikut makan. Hahaha...

Dari kegiatan ini, saya rasa Sofie melakukan aktivitas yang turut mengembangkan gaya belajarnya baik secara visual, auditori, maupun kinestetik.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Sabtu, 16 September 2017

Game Bunsay 4-4: Memandikan Monyu

September 16, 2017 0 Comments
Hari ke- Tanggal Aktivitas Gaya Belajar
1 10-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Berendam dalam ember V-A-K
2 11-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
b. Meniru ekspresi Bundo V-A
3 12-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
b. Mengenal warna  V-A
c. Mengenal nama benda  V-A
4 13-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Memandikan boneka V-K

Sofie punya sebuah boneka kesayangan. Boneka monyet lucu bernama Monyu. Sudah beberapa minggu Monyu tidak pernah saya cuci. Sudah penuh dengan bekas tangan Sofie, om-om dan tante-tantenya, kotoran tanah, debu, bahkan virus flu si kecil yang seminggu terakhir terserang pilek. Akhirnya, hari ini saya putuskan untuk menyuci Monyu di waktu mandi anak.

Saya ambil ember, saya isikan air dari keran, lalu cemplungkan Monyu ke dalamnya. Sofie pun jadi bersemangat untuk mandi dan memandikan Monyu. Untuk sabunnya, saya gunakan sabun cuci batik yang tergolong ringan zat kimianya. Sok, gosok, gosok... Eh, si kecil malah mengangkat sebelah kakinya, minta ikut dimasukkan ke dalam ember. Oalah!

Akhirnya, luluh oleh permintaan si kecil, saya angkat Sofie, dan masukkan ia ke dalam ember. Sofie pun mandi bersama dengan Monyu.

Dalam aktivitas ini, visual dan kinestetik Sofie yang menurut saya berhasil dilatih.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Game Bunsay 4-3: Menyebutkan Nama Warna

September 16, 2017 0 Comments
Hari ke- Tanggal Aktivitas Gaya Belajar
1 10-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
    b. Berendam dalam Ember V-A-K
2 11-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
    b. Meniru ekspresi Bundo V-A
3 12-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
    b. Mengenal warna  V-A
    c. Mengenal nama benda  V-A

Hari ini, sambil tiduran dan membuka kembali buku cerita Sofie, Sofie menarik jari telunjuk saya, lalu disentuhkannya ke sebuah gambar.

"Ayam", kata saya menyebutkan nama objek yang dia tunjuk.

"Atap", sebut saya lagi ketika ia memindahkan jari telunjuk saya.

Lalu, ia tampak tertarik dengan aksen warna-warni yang ada di dekat atap pada gambar itu.

"Oranye... hijau... biru... hijau... merah..." ucap saya silih berganti sesuai dengan warna gambar yang ditunjukkan oleh Sofie.

Sofie belajar mengenal warna dan nama benda melalui aktivitas ini. Kemampuan belajarnya yang terlatih dari sini adalah visual dan auditorinya.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Senin, 11 September 2017

Game Bunsay 4-2: Mengenal Ekspresi

September 11, 2017 0 Comments
Tanggal : 10 September 2017

Kegiatan:
a. Meniru ucapan Bundo (A)
b. Berendam dalam Ember (V-A-K)

Tanggal : 11 September 2017

Kegiatan:
a. Meniru ucapan Bundo (A)
b. Meniru ekspresi Bundo (V-A)


Sofie punya sebuah buku bantal favorit. Buku ini di setiap halamannya berisikan gambar beragam ekspresi. Ada ekspresi tertawa, tersenyum, bingung, sedih, menangis, dan tidur. Dulu, saya suka mempraktikkan sendiri ekspresi di gambar itu kepada Sofie. Karena cukup sering dilakukan, Sofie pun jadi suka menirukannya. Seperti misalnya ketika saya bilang, "Tidur? Tidur gimana?". Maka si kecil akan langsung tersungkur... dan mendengkur. Lucu! 😆

Nah, sore hari ini, saya dan Sofie sedang rebahan di tempat tidur. Kondisi tubuh saya yang sedang tidak fit beberapa hari belakangan membuat hampir sepanjang hari ini kerja saya cuma tiduran saja. Sofie yang (syukunya) paham kalau saya sedang sakit, tidak seusil biasanya. Dia menatap saja kalau saya sudah menutup mata, mau tidur (Padahal biasanya, kalau saya rebahan sambil menutup mata begini, dia pasti sudah melayangkan telapak tangannya ke mata saya, minta untuk dibuka). Selagi rebahan berdua ini, saya jadi mengulang kembali game tanya ekspresi yang biasa kami lakukan itu.

"Sofie, Sofie, ketawa gimana ketawa?"

"Haaak...!" Sofie membuka mulutnya sampai menampakkan gigi-gigi kecilnya, tertawa.

"Senyum.. senyum?"

Si kecil pun menutup mulutnya, lalu tersenyum genit. "Hmmm...", gumamnya.

"Baguuus..... Kalau bingung?"

"Hoo? Hoo?" respon saya sendiri kemudian sambil melingkarkan bibir dan mengangkat kedua alis tinggi-tinggi. Si kecil yang lupa bagaimana ekspresi orang bingung itu pun meniru saya dengan senang.

Lalu, belum sempat saya ucapkan pertanyaan ekspresi selanjutnya, Sofie sudah memasang ekspresi sedih dan berpura-pura menangis, "Hueeengg..."

"Ooh, nangis, nangis," tebak saya.

"Kalau marah gimana, tau gak?" lanjut saya kemudian.

Sofie diam saja memandangi saya.

Hmm, belum tahu nih dia, pikir saya. Lalu saya tunjukkan padanya ekspresi marah. Saya pasang wajah serius, kedua pangkal alis mata bertemu, lalu saya angkat jari telunjuk saya ke atas sambil menunjuk-nunjuk, seperti orang yang lagi berdebat dengan penuh emosi.

"Hoo! Hoo!", ujar saya, tak tahu harus mengatakan kata-kata apa untuk mengekspresikan marah ini 😁 "Gitu yaa kalau orang marah...."

Si kecil pun langsung menirukan. Dia keluarkan telunjuknya, langsung menunjuk-nunjuk, tapi dengan ekspresi... ceria.... "Haaa! Haaa!" katanya riang sambil melompat-lompat.

"Bukan gitu, Sofie... Marah beda sama ketawa...!" protes saya. Namun si kecil tidak menghiraukan saya, dan terus saja berteriak gembira. 😆

Kebetulan, di TV yang menyala, ada wajah salah seorang tokoh politik yang sedang beropini dengan panasnya.

"Tuuh, itu tuh, lihat? Itu lagi marah tuuh", tunjuk saya ke TV. Sofie melihat ke TV sebentar, lalu menoleh ke saya lagi dengan tawa terkembang.

Baiklah, sampai di sini, saya simpulkan kalau anak ini belum mengerti ekspresi marah. 😅

Game tanya ekspresi yang saya lakukan bersama Sofie ini saya rasa melatih si kecil belajar secara visual dengan melihat ekspresi lawan bicara, serta secara auditori dengan mendengarkan intonasi suara yang keluar pada setiap ekspresi.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Minggu, 10 September 2017

Game Bunsay 4-1: Berendam dalam Ember

September 10, 2017 0 Comments
Tanggal : 10 September 2017

Kegiatan:
a. Meniru ucapan Bundo (A)
b. Berendam dalam Ember (V-A-K)


Wah, akhirnya masuk juga tahap game Bunsay level ke-4. Seharusnya saya sudah mulai posting 3 hari lalu, namun karena kebetulan sedang ada acara Milad IIP Padang, yang mana saya juga ikut menjadi panitianya, saya baru bisa mengikuti obrolan di whatsapp grup mengenai materi ini sehari yang lalu.

Materi di level ini membahas gaya belajar anak yang dikelompokkan ke dalam 3 kategori: visual (V), auditori (A), dan kinestetik (K). Tugas para bunda dalam 10 hari ke depan adalah memberikan stimulus belajar dan mengamati perilaku anak saat belajar. Gaya manakah yang paling dominan dipraktikkan oleh anak.

Hari ini, di sore hari tepatnya. Sofie (21 bulan) seperti biasa saya mandikan. Bedanya, ada sebuah ember oranye besar yang saya taruh di dalam kamar mandi. Ember itu sebelumnya saya taruh untuk menampung air sementara karena bak mandi sedang saya kuras. Ternyata, ember setinggi pinggang Sofie ini, menarik perhatiannya.

Si kecil beberapa kali memegang bibir ember seraya mengangkat kakinya seolah-olah mau masuk ke dalam ember. Saya menyadari kalau ia mau berendam di dalam ember itu, sebagaimana dulu, saat badannya masih lebih mungil, suka saya mandikan di bak mandi bayi. Sebenarnya saya enggan menuruti kemauannya, karena kalau dia sudah asyik berendam, aduh, susah sekali diajak keluar. Tapi yaa... Saya pikir-pikir, karena berendamnya juga tidak setiap hari, ya sudah, tidak apa-apa, deh....

Sofie saya angkat, lalu saya letakkan di dalam ember. Woow girangnya dia. Selanjutnya, saya ambil air dari bak mandi dengan menggunakan gayung, dan saya isi penuh ember itu.

Selagi ember diisi, si kecil bergerak jongkok-berdiri-jongkok-berdiri di dalam ember. Saya duga sih, dia menikmati sekali sensasi permukaan air yang naik-turun di badannya akibat perubahan posisinya itu. Sambil memperhatikan itu, saya jadi teringat dengan tugas tantangan 10 hari level 4 ini. Aha! Kenapa tidak saya jadikan saja ini momen belajar bagi si kecil?

"Nak, kalau Sofie duduk, airnya jadi tinggi, ya. Tapi kalu Sofie berdiri, airnya jadi rendah", jelas saya sambil menyentuh batas air yang ada di dadanya ketika ia jongkok, dan di lututnya ketika ia berdiri.

"Tuuh lihat, kan?"

Sofie hanya tertawa keasyikan bermain. Entahlah dia memahami kata-kata saya atau tidak 😄

Sambil bermain air saat mandi ini, saya perhatikan Sofie juga sepertinya tertarik mendengar suara dentuman air ketika badannya jongkok secara tiba-tiba.

Plaash...! Plaash..!

Ooh... Berarti ada aspek auditori yang ikut dipelajari si kecil dari aktivitas ini.

Kemudian, tiba saatnya untuk menyampo rambut si kecil. Saya pun melumuri shampo ke kepalanya, lalu membilasnya dengan air. Eh, ternyata bekas bilasan tersebut membentuk busa berwarna putih di genangan air dalam ember. Sofie pun terdiam menatapnya, sambil menyentuhkan jari telunjuknya ke busa-busa tersebut. Oho! Ia menyadari kalau warna dan bentuk permukaan airnya telah berubah.

"Naah, kalau itu namanya apa, nak? Bu...sa, bu...sa!" ujar saya berulang kali.

"...sa!" tiru Sofie.

Hehe.... Kurang lebih inilah kegiatan belajar anak yang bisa saya tuliskan di hari pertama ini. Dari kegiatan berendam dalam ember ini, saya simpulkan Sofie belajar secara visual, auditori, dan kinestetik. Visual yaitu dengan membedakan warna air tanpa busa shampo dengan warna air dengan busa shampo; auditori yaitu dengan mendengar suara dentuman air saat bertabrakan dengan tubuhnya; dan kinestetik yaitu dengan sentuhan tubuhnya ke air dan gerak jongkok-berdirinya.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP