Cincopa Gallery

...

Kamis, 23 November 2017

Matematika di Sekitar Kita (Game Bunsay 6-1)

November 23, 2017 0 Comments
Sofie (23 bulan) memiliki kotak penyimpanan mainannya sendiri. Kotak transparan besar bertutup warna biru. Saya meletakkannya di ruang makan. Jadi, setiap si kecil melewati ruang makan dan melihat kotak mainannya, ia pasti akan membuka dan mengambil dua-tiga mainan dari kotak tersebut.

Salah satu mainan yang selalu menjadi incaran Sofie adalah board game 3in1 yang saya beli di Gramedia beberapa tahun lalu. Isinya ada permainan ular tangga, halma, dan ludo. Pada mainan ini terdapat bidak-bidak pion 4 warna: merah, kuning, hijau, dan biru serta 2 buah dadu. Si kecil Sofie paling suka meminta saya untuk mengeluarkan bidak-bidak ini dari dalam plastik lalu menyusunnya ke atas papan. Biasanya ia akan asal saja menempatkan tiap bidak ke atas papan, tapi belakangan ini, sejak Sofie mulai mengenal nama-nama warna, ia akan menyusunnya sesuai warna. Bidak yang berwarna merah, misalnya, akan diletakkan Sofie ke atas bagian alas yang berwarna merah. Bidak biru ke bagian alas biru, dan seterusnya. Terkadang Sofie akan menaruh satu bidak saja di setiap bagian alas yang berwarna, terkadang lebih dari satu. Aktivitas ini semakin menguatkan konsep warna sekaligus kemampuan matematis logis Sofie.

#tantangan10hari
#level6
#kuliahbunsayiip
#ilovemath
#matharoundus

Jumat, 10 November 2017

Game Bunsay 5-10

November 10, 2017 0 Comments
Hari ini rak buku yang saya idam-idamkan akhirnya tiba di rumah. Yeayyy! Buku berkardus-kardus yang sudah menanti selama seminggu lebih itu pun saya susun ke atas rak satu per satu sesuai dengan temanya. Selesai membereskan buku-buku tersebut akhirnya rumah saya bisa terasa lebih lapang. Hehehe... Alhamdulillah rak ini bisa memuat seluruh buku yang belum punya tempat penyimpanan di rumah ini.

Selesai berbenah, saya ajak si kecil melihat spot buku miliknya sendiri.

"Ini nih, buku-buku ceritanya Sofie... Nanti kalau Sofie mau baca, buku-bukunya Sofie di sini yaa..."

Si kecil pun langsung mengambil salah satu buku bantalnya, buku "Doaku Hari Ini". Dia suka sekali melihat gambar orang yang ada di sana, lalu menyebutkan satu per satu panggilan karakternya, seperti "Ayah", "Bundo", "Kakak", dan "Abang". Jadi saya hampiri si kecil dengna bukunya, lalu saya bacakan bacaan doa yang ada di tiap halamannya. Mulai dari doa bangun tidur, makan, selesai makan, mau tidur lagi, hingga doa untuk ibu dan bapak. Lucunya, sambil saya bacakan doa, Sofie mengikuti dengan menengadahkan kedua telapak tangannya layaknya kita berdoa. Hihihi....


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Game Bunsay 5-9

November 10, 2017 0 Comments
Beberapa hari ini hujan lebat turun di Padang. Umumnya terjadi setiap sore hari. Seperti yang terjadi hari ini, hujan lebat disertai dengan geledek atau guruh. Saya dan Sofie pun yang tadinya berniat jalan-jalan ke luar rumah terpaksa berdiam di ri di dalam kamar.

"Kodok... Kodok..." kata Sofie

Itu kode kalau si kecil minta lihat video youtube. Waah, harus putar otak nih supaya dia berkurang keranjingannya sama youtube.

"Nak, kalau hujan lebat ada geledek gini, gak boleh hidupin apa pun yang pakai sinyal ya....  Hapenya bobok dulu. Tivi juga, bundo cabut kabelnya, ya...." ujar saya sembari menyimpan HP jauh-jauh serta mencabut kabel televisi.

"Sekarang, Sofie baca buku aja ya, sama bundo!"

Saya pun mengambilkan 3 buah buku baru Sofie yang tempo hari kami beli di toko buku. Alhamdulillah si kecil tidak menolak. Kami pun asyik menghabiskan waktu membaca di sore hari yang dingin itu bersama-sama.


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Kamis, 09 November 2017

Game Bunsay 5-8

November 09, 2017 0 Comments
Hingga menjelang minggu ketiga masa waktu pengerjaan tantangan 10 hari game level 5 ini, saya ternyata masih juga belum menamatkan satu buku pun. Padahal daftar tunggu bacaan saya menumpuk... Namun pagi ini, saya akhirnya berhasil menamatkan buku The Life Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo atau yang biasa dikenal dengan buku Konmari. Saya menyempatkan membaca halaman per halaman buku ini setiap pagi sesudah bangun tidur, sebelum beraktivitas. Sambil membacanya, saya sambil menerapkan metode berbenah yang diajarkan olehnya, makanya butuh waktu yang cukup lama untuk benar-benar menuntaskan buku ini.

Saya rasa inilah satu-satunya buku bertema practical skill yang langsung saya terapkan isinya bersamaan dengan masa saya membaca bukunya. Saya begitu penasaran dengan hasil "life changing" yang akan saya peroleh jika berhasil menyukseskan praktek berbenah rumah ini. Memang ada apa sih dibalik metode ini? Mari saya jelaskan sejenak....

Saya mengenal metode Konmari ini dari curhatan beberapa teman saya di dinding facebook. Karena penasaran, saya ikut kulwap whatsapp yang diadakan oleh IIP Bangka Belitung dan Sumsel (jika tidak salah) beberapa minggu lalu yang kebetulan membahas metode ini. Dari uraian yang dijelaskan oleh mba Rika Subana selaku narasumbernya, saya semakin tertarik untuk ikut menerapkan metode ini. Kemudian datanglah tawaran untuk membeli bukunya paska kulwap tersebut. Walaupun sempat ragu apakah isi bukunya akan sama saja dengan isi kulwap, saya putuskan akhirnya untuk ikut membelinya.

Ternyata saya merasa beruntung sekali memiliki buku ini. Bagian yang saya rasa paling penting justru tidak dibahas dengan detil dalam kulwap. Konmari menyatakan bahwa banyak keuntungan yang dirasakan dirinya maupun kliennya (ya, Konmari punya daftar antrian panjang klien-klien yang minta diajarkan berbenah di rumah mereka) jika berhasil melakukan metode ini. Keuntungan yang bisa didapatkan seperti: pertama, melatih kita mengambil keputusan untuk membuang atau menyimpan sehingga bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri; disamping itu dengan belajar mengambil keputusan sendiri, kita juga bisa menghilangkan kebiasaan menyalahkan orang lain; selanjutnya, dengan menyimpan hanya barang yang memancarkan kebahagiaan saja di sekitar kita, secara penampilan rumah kita akan menjadi lebih menggairahkan, bahkan hebatnya kita pun bisa menemukan passion terpendam kita selama ini. Kok bisa? Iya, ini kejadian sama salah satu klien Konmari yang merenung melihat deretan buku yang tetap ia simpan. Ia menyadari ternyata sejak dulu ia menggemari topik mengenai pelayanan masyarakat sehingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dari karirnya saat itu dan membuka jasa penitipan anak. Ia pun kini bahagia bisa bekerja sesuai dengan passionnya. Wow!

Inilah yang akhirnya jadi tujuan saya benar-benar ingin menuntaskan metode berbenah Konmari. Secara perlahan-lahan setelah melakukannya selama 2-3 minggu (saya belum punya waktu untuk berbenah sekaligus dalam sehari seperti yang dianjurkan Konmari) saya memang sudah merasakan perubahan. Kamar tidur saya sekarang tertata dengan lebih apik, membangkitkan semangat deh setiap masuk ke sana. Saya berharap perlahan-lahan saya pun bisa menata rumah seperti rumah-rumah yang instagrammable di sosmed 😁 serta menata hidup dengan mengetahui apa yang benar-benar saya sukai dan melakukannya.


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Rabu, 08 November 2017

Game Bunsay 5-7

November 08, 2017 0 Comments
Suami saya susah sekali jika dimintai menemani anak bermain atau belajar. Dia menyerahkan semuanya kepada saya. Seperti pagi hari ini, saat sedang bebas tugas, saya minta bantuan suami untuk menemani si kecil membaca buku. 

"Abang nggak bisa", tolaknya.

"Paling ngga bergaya sebentar aja sama Sofie bang, biar dapat fotonya buat di blog", canda saya membujuk.

Akhirnya dia mau... berpose sebentar di belakang si kecil yang sedang asyik memandangi bukunya, lalu... jepreett! Tak lama kemudian Sofie melempar bukunya dan turun dari sofa. Suami saya pun ikut berdiri dan buru-buru ngacir keluar rumah.

Astagaa..... Benar-benar deh.... Bukannya berusaha supaya mau mengambil perhatian Sofie, dianya malah buru-buru cari kesibukan sendiri di luar rumah.

Yah, meskipun sangat tidak bisa diandalkan untuk menemani anak membaca, tapi suami saya suka sekali membaca sendiri. Kebetulan, di masa game bunsay level 5 ini diselenggarakan, saya sedang menerapkan metode berbenah Konmari. Seluruh koleksi buku di rumah kami keluar dari tempat penyimpanannya, dan saya kumpulkan di kardus-kardus sementara sampai tempat penyimpanan barunya siap digunakan. Ternyata, karena melihat banyak buku yang belum pernah ia baca, ia mengambil salah satu buku dan langsung menamatkannya hanya dalam 2-3 hari saja.

Hal ini tentu mengejutkan saya. Ketika mendesain pohon literasi yang baru beberapa hari lalu, saya tanyakan ke suami apakah sudah ada buku yang ia tamatkan baru-baru ini? Ternyata sudah ada, buku karangan Agus Mustofa yang berjudul Mitos dan Anekdot di Sekitar Umat Islam. Wah, saya sendiri yang sudah membaca buku Konmari dalam seminggu, belum selesai juga menamatkannya.

Kemudian buku apa lagi? Tanya saya. Suami menyebutkan beberapa judul komik. Hmm, karena komik tidak termasuk ke dalam kategori buku yang kami sepakati, maka hanya satu buku itulah tambahan daun dari suami.

Yah, saya harap semoga kebiasaan gemar membaca suami ini bisa menjadi contoh bagi Sofie dan adik-adiknya nanti. Tidak mengapa suami tidak bisa menemani anak membaca buku, yang penting ia bisa menjadi model anak-anak dalam membiasakan kegiatan membaca.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Selasa, 07 November 2017

Game Bunsay 5-6

November 07, 2017 0 Comments
Jadi, hari ini disela-sela jadwal mengajar, saya mengajak Sofie jalan-jalan. Awalnya saya hanya berniat belanja sayur ke pasar dan beli soto betawi di dekat kantor ayah Sofie. Namun ternyata rangkaian perjalanannya jadi paanjaang.... Pertama saya mengajak Sofie makan sarapan dulu di Roti Bakar Cisangkuy (yang ternyata menunggu menu sekedar kentang goreng dan dimsumnya luamaaa sekali). 50 menit di sana, barulah kami kemudian melaju ke Pasar Alai. 

Lucunya, di Pasar Alai saya menemukan bahwa salah satu tukang parkir di pasar ini adalah mahasiswa di kelas saya, Ovan panggilannya. Mahasiswa yang saya cukup tahu sekelumit kisah masa kecilnya dari salah satu tugas menulis yang saya berikan di kelas. Dia tidak malu sedikit pun dengan pekerjaannya ini, justru tersenyum lebar saat melihat saya. Wah, saya makin acungkan jempol deh, buat anak ini.

Karena saya sudah menyiapkan daftar belanjaan, jadi saya tidak perlu lama-lama menghabiskan waktu di pasar. Segera setelah meninggalkan Pasar Alai dengan fasilitas free parking dari sang mahasiswa, hehe, saya bersama si kecil melaju menuju warung soto betawi di dekat museum Adityawarman. Nah, di tengah jalan menuju lokasi terakhir inilah, kami melalui toko buku Gramedia. Hmm, saya jadi teringat niat saya berhari-hari sebelumnya yang ingin sekali membawa si kecil memilih buku ceritanya sendiri. Jadi langsung terlintaslah keputusan untuk ke sana bersama Sofie saat itu juga.

Mobil pun saya parkir di parkiran toko buku. Lalu saya ajak Sofie ke lantai dua untuk melihat-lihat buku anak. Waah dia senang sekali sampai saya kewalahan memeganginya. Akhirnya setelah bermenit-menit di sana, kami membawa pulang 3 buku, 1 poster buah-buahan, dan 2 mainan. Hahaha... Benar-benar pengeluaran di luar rencana ini namanya.

Saat di mobil, selagi menunggu soto betawi kami disiapkan oleh ibu penjual, saya buka salah satu buku, dan membacakannya untuk Sofie. Bukunya berjudul Segelas Jus Jeruk. Sofie senang sekali karena ada banyak jus buah yang tampil di buku itu. Ia pun belajar menyebutkan satu per satu nama setiap buah dan warna minumannya. 

Pesanan soto pun datang, diantarkan si ibu penjual ke mobil kami. Setelah membayarnya, saya melaju kembali, akhirnya menuju rumah. Di sebelah saya, saya lihat si kecil telah tertidur lelap karena kelelahan.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst