Cincopa Gallery

...

Senin, 06 November 2017

Game Bunsay 5-5

November 06, 2017 0 Comments
Hari ini kebetulan saya mendapatkan tugas dadakan dari kelompok penelitian di kampus. Saya diharuskan menyiapkan kuesioner segera dalam waktu seminggu. Berhubung jadwal saya bisa bekerja hanya dua kali dalam sepekan, khususnya di hari ini, maka dari pagi hari setelah mengantarkan suami saya ke kantor, saya buru-buru pulang, memandikan Sofie dan menyiapkan makannya. Selagi memasak, syukurlah ibu pengasuh Sofie tiba lebih cepat. Jadi saya pun bisa berangkat lebih cepat ke kampus. Kemudian saya pun menghabiskan waktu seharian penuh di kampus.

Sekembalinya dari kampus, hari sudah gelap. Kami pun kembali pada rutinitas malam hari sehingga pada hari ini pun tidak ada agenda membaca bersama si kecil.... 


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Minggu, 05 November 2017

Game Bunsay 5-4

November 05, 2017 0 Comments
Saya belum menceritakan bagaimana Pohon Literasi Keluarga kami dibuat ya?

Jadi, hari pertama tantangan diberikan, di grup whatsapp sudah banyak para bunda yang memperlihatkan pohon literasi di rumah mereka masing-masing. Wah, padahal seminggu ini saya lagi asyik-asyiknya berbenah ala Konmari. Akhirnya ikut juga lah saya terbawa semangat membuat pohon literasi. 

Saya malas berkreasi yang ribet-ribet, mengingat membagi waktu untuk pekerjaan rumah saja repotnya bukan main. Jadi saya putuskan untuk menggambar secara keseluruhan pohon serta dedaunannya. Kebetulan ada lembaran kertas presentasi ukuran 70x120 di rumah yang teronggok begitu saja karena tidak layak pakai lagi paska rumah kebanjiran beberapa bulan lalu. Saya pakai saja itu. Lalu saya gambar batang pohon hingga rantingnya dengan mencontoh salah satu gambar pohon dari bunda anggota dalam grup. Kemudian, setiap kali ada setoran bacaan yang sudah tamat, saya akan tulis judul buku dan nama pengarangnya, lalu menggambarkan daunnya langsung di atas kertas tersebut. Saya putuskan untuk memberi warna outline daun yang berbeda untuk tiap anggota keluarga; saya berwarna biru, anak pink, dan suami coklat, sesuai dengan ketersediaan warna spidol saat itu.

Semakin lama dilihat, justru semakin tidak menarik pohon literasi yang saya buat. Maka hari ini saya memutuskan untuk mengkreasikan pohon literasi saya. Saya teringat memiliki 3-4 bungkus sticky notes di dalam tas. Saya kumpulkan semuanya dan ternyata saya punya 3 warna yang berbeda: hijau, peach, dan pink. Nah, kenapa tidak gunakan saja sticky notes ini untuk daunnya, pikir saya. Memang jadinya sedikit lebih repot, tetapi, pohonnya pasti lebih menarik dipandang mata.

Akhirnya saya tulis ulang isi dedaunan yang telah ada di pohon lama ke atas lembaran sticky notes. Saya gunakan warna pink untuk daun saya, peach untuk Sofie, dan hijau untuk suami. Saya tempel tiap lembarnya menggunakan selotip. Taraaa....! Sekarang jadilah pohon yang lebih apik 😊


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 04 November 2017

Game Bunsay 5-3

November 04, 2017 0 Comments
Hari ini secara mendadak kakak laki-laki saya yang tinggal di Jakarta bersama keluarga kecilnya serta papa saya berkunjung ke rumah. Sebenarnya saya sudah dikabari kalau mereka ingin pulang ke Pekanbaru lewat video call beberapa hari sebelumnya. Namun si kakak tidak yakin apakah bisa mampir ke Padang untuk mengunjungi saya dan bertemu si kecil Sofie. Jadi saya tidak ambil pusing dengan kerapihan rumah. Tapi ternyata mendadak saya dapat kabar bahwa rombongan mereka yang ketika itu sehabis menginap di kampung papa di Rao-Rao Batusangkar, berubah rencana dan akan ke Padang hari ini juga! Waah, saya kelabakan deh. Jadi full selama sehari ini saya hanya bersih-bersih rumah.

Rombongan keluarga kakak dan papa saya tiba sore hari. Kami pun melepas kangen dengan mengobrol asyik. Si kecil giraang sekali bisa bertemu dengan atuknya sekaligus bermain bersama adik sepupunya, Talitha.

Sembari menyiapkan minuman di dapur, saya lihat kakak saya dan istrinya melihat poster pohon literasi keluarga yang saya tempel di ruang keluarga. Si kakak yang sempat melihat poseter ini melalui video call tempo hari pun menjelaskan ke istrinya kegunaan poster tersebut. Wah, pasti saya lagi dipuji-puji nih di depan kakak ipar karena menerapkan praktik pendidikan unik ala IIP lagi. Hihihi, ge-er.... Tapi sebenarnya saya juga malu karena gambar pohon dan daunnya masih asal-asalan saja. Saya justru lagi berniat untuk merubah tampilannya dalam waktu dekat.

Jadi hari ini tidak ada praktik membaca. Kami menghabiskan dua hari akhir pekan dengan kegiatan bersama keluarga besar.


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Rabu, 01 November 2017

Game Bunsay 5-2

November 01, 2017 0 Comments
Pagi ini, setelah si kecil bangun tidur, saya ajak ia membaca buku bantal favoritnya: Lihatlah Wajahku. Isinya cuma 8 halaman termasuk halaman cover. Tiap halaman cuma berisiskan gambar wajah bayi gundul besar dengan ekspresi-ekspresi yang berbeda disertai tulisan keterangan di bawahnya. Buku ini favorit Sofie (22 bulan). Setiap ekspresi yang ia lihat, akan ia tiru secara total. Misalnya kalau ada ekspresi menangis, Sofie akan langsung memasang wajah sedih dan menangis... seperti beneran! Apalagi kalau ia lihat ekspresi tidur, Sofie akan langsung merebahkan badannya di lantai lalu pura-pura tidur, tapi sambil bersuara "Zzzz..." seperti di komik-komik. Hihihi....

Kegiatan membaca ini pun saya lanjutkan untuk buku bantal lainnya, yang berjudul Rumahku. Selesai membaca, saya buatkan gambar daun di dahan pohon literasi. Saya berikan dua warna yang berbeda, untuk menandakan kalau saya dan Sofie berdua sudah menamatkan membaca buku itu bersama.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Selasa, 31 Oktober 2017

Game Bunsay 5-1

Oktober 31, 2017 0 Comments
Wuaah... tantangan level kelima ini benar-benar jadi favorit saya: Membuat pohon literasi keluarga. Kebetulan saya sedang punya setumpuk reading list yang menanti untuk saya tuntaskan: Life Changing Magic of Tidying Up (Konmari), Teaching Like Finland, Flow di Era Sosmed, dan Fitrah Based Education (yang terakhir ini entah kapan bisa tuntas... 300-an halaman, lembar halamannya lebaaar, dan font-nya kecil-kecil, hehehe). Selain itu, suami pun doyan melahap buku, khususnya buku yang bertema traveling dan sedekah. Jadinya saya yakin, tantangan kali ini akan cepat diaminkan oleh beliau.

Jadi, hari pertama ini yang saya lakukan adalah menceritakan pada suami mengenai pohon literasi.

"Bang, ada ide proyek menarik nih dari game IIP sekarang... bikin pohon literasi!"

"Apa tuh?" tanya suami yang lagi asyik baca portal berita di komputer rumah.

"Jadi nanti tiap anggota keluarga: Abang, Tari, sama Sofie, kita bikinkan pohon tanpa daun di dinding. Terus, nanti setiap selesai membaca satu buku, kita tulis deh judul sama nama pengarangnya di kertas berbentuk daun, terus kita tempel ke pohonnya. Jadi makin banyak daun di pohon, artinya makin banyak buku yang sudah kita baca. Bisa kelihatan siapa yang paling suka baca. Selain itu, bisa mengajarkan ke Sofie juga buat suka membaca", ujar saya panjang kali lebar.

Mata suami langsung membulat, terlihat antusiasnya. Hehehe...

"Boleh!"

Suami saya memang irit kata-kata. Tapi dari tatapannya saat itu, saya tahu doi sukaa banget sama idenya.

Maka selesailah pembicaraan proyek hari itu. Besoknya, saya akan menyiapkan pohon literasi sekaligus mulai mengajak si kecil yang sudah rada ketagihan video di hape untuk membaca kembali buku-bukunya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Jumat, 22 September 2017

Game Bunsay 4-10: Ucapan-Ucapan Si Kecil

September 22, 2017 0 Comments

Hari ke- Tanggal Aktivitas Gaya Belajar
1 10-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Berendam dalam ember V-A-K
2 11-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
b. Meniru ekspresi Bundo V-A
3 12-Sep a. Meniru ucapan Bundo  A
b. Mengenal warna  V-A
c. Mengenal nama benda  V-A
4 13-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Memandikan boneka V-K
5 14-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Bermain bersama teman V-A-K
c. Meniru perbuatan Ayah V-A-K
6 15-Sep a. Meniru perbuatan Ayah V-A-K
b. Berendam dalam ember V-A-K
7 16-Sep a. Meniru tarian di televisi V-A-K
b. Bernyanyi A
8 17-Sep a. Meniru ucapan Bundo A
b. Menggambar bunga V-A-K
c. Menari bersama Bundo V-K
d. Membongkar dan menyusun barang V-K
9 18-Sep a. Bermain di arena bermain V-K
b. Meniru tarian di televisi V-A-K
c. Menemani Bundo memasak V-A-K
10 19-Sep a. Meniru ucapan orang dewasa A


b. Menggambar bunga V-A-K


Di usianya yang sudah 21 bulan ini, saya memperhatikan kalau Sofie sudah cukup bisa meniru ucapan orang-orang dewasa di sekitarnya. Misalnya saja saat bermain dengan Datuaknya. Rumah saya dan mertua hanya dipisahkan oleh pagar. Kebetulan saat itu Sofie sedang digendong Datuak di samping rumah, tepat berhadapan dengan pagar pembatas antara rumah kami. Sofie yang suka memanjat, memegang besi-besi pagar, seolah-olah akan memanjatnya sampai ke sisi sini.

"Jangan Nak, bahaya... tajam, tajam..." ujar Datuak mengingatkan.

"Ajam... ajam..." tiru Sofie.

Di lain waktu, saat saya menggambarkannya bunga, Sofie pun ikut meniru hitungan saya saat menggambarkan satu per satu jumlah kelopak bunganya.

"Atu, uwa, iga...."

Lalu saat kami bermain masak-masakan, dan ketika ia melihat gambar brokoli, ia akan berkata, "Owi.. owi..." atau "Iza, iza..." ketika melihat gambar panggangan pizza di kompor mainannya.

Bahkan baru-baru ini, ada satu kalimat lengkap pertama yang berhasil diucapkan Sofie:"Ayah, num Opi, Ayaah..." ucapnya meminta tolong kepada Ayah untuk diambilkan segelas minuman ketika ia sedang makan... Hahaha....

Aspek auditori Sofielah yang berhasil berkembang dalam kegiatan-kegiatan yang saya ceritakan ini.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP