Cincopa Gallery

...

Minggu, 05 Mei 2019

Bunsay 8-7: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini

Mei 05, 2019 0 Comments
Dua hari terakhir saya mengajak Sofie untuk mengantarkan kue ke rumah nenek-neneknya. Yang satu mertua saya di sebelah rumah. Yang satu lagi ke kakak tertua mama saya yang tinggal sekitar satu kilometer dari rumah.

Meskipun masih bingung, Sofie ya ikut-ikut saja waktu saya ajak berkunjung. Yang memberikan kue pun akhirnya saya, karena Sofie waktu dimintai memberikan sendiri juga malah menolak. Heuheuheu.... Masih belum paham sepertinya.

Saya pun mengajak Sofie berdialog,

Bundo : "Sofie, kenapa coba Bundo bagi-bagi kue ke orang lain?"

Sofie : "Mm...Iya". Sepertinya Sofie bingung dengan pertanyaan saya.

Bundo : "Karena... Bundo mau bagi-bagi rezeki. Kalau kita bagi-bagi rezeki, Allah akan kasih kita rezeki lebih banyak."

Sofie : "Sofie boleh gak, makan kuenya?"

Saya terbahak karena respon si kecil nggak nyambung.

Bundo : "Kalau Sofie habis kasih kue ke orang, boleh memang dimakan kuenya?"

Sofie : "Iya dong"

Bundo: "Kalau boleh sama orangnya, ya makan aja."

Yah, kalau kamu sudah besar nanti, semoga kamu jadi orang yang pemurah untuk berbagi rezeki ke orang-orang di sekitarmu ya, Nak....


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Sabtu, 04 Mei 2019

Bunsay 8-6: Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini

Mei 04, 2019 0 Comments
"Pakeeet....." panggil abang-abang petugas ekspedisi dari luar rumah.

Saya bergegas membuka pintu dan menerima sekotak paket yang berisikan dua buah mainan anak, pesanan saya seminggu sebelumnya. Sofie yang kegirangan, ikut semangat menunggu saya membuka paket tersebut. Ada dua buah mainan, yang satu mainan buaya-buayaan yang bisa menggigit kalau kita salah menekan giginya, dan satu lagi robot yang bisa buat dijadikan jam tangan.

"Yeeyy!" sorak Sofie senang menerima mainan buayanya yang ia tahu itu ditujukan untuknya. Tapi kemudian ia tertarik dengan mainan robot. "Kok ada dua, Bundo?"

"Ini buat bang Adzkan, ya... Buat Sofie yang buaya ini aja, ya. Kalau robot ini 'kan mainan cowok," terang saya supaya Sofie tidak merengek-rengek meminta mainan robot yang memang saya pesan untuk dijadikan kado ke anak salah satu teman. Syukurlah Sofie paham.

"Sofie Sofie, yang kasih Sofie mainan siapa?"

"Bundo!" jawabnya.

"Bundo bisa beli mainan karena ada uang. Uangnya siapa yang kasih?" tanya saya lagi.

"Mmm..." Sofie cuma tersenyum bingung.

"Allah yang kasih..."

"Sofie nanti mau beli mainan banyak, yang surprise egg itu..." celotehnya kemudian.

"Kalau Sofie mau beli mainan lagi, mintanya ke Bundo apa ke Allah?"

"Ke... Bundo!"

"Yang kasih Bundo uang k'kan Allah, jadi mintanya ke Allah, dong!" jelas saya.

Sofie hanya tersenyum. Kemudian, setelah berpikir sejenak, saya lanjutkan lagi, "Gini Sofie, kalau Sofie mau sesuatu, Sofie bisa bilang ke Bundo, terus ditambah berdoa sama Allah, yaa". Si kecil mengangguk.

"Terus, kalau dikasih kado sama orang, bilang apa ke orangnya, Sofie?"

"Terima kasih!"

"Sama-samaa.... Terus sama Allah bilang apa?"

"Alhamdulillah...!"

Yang ini, baru nilai jawabannya seratus, Nak! Hehehe....


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 03 Mei 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Game Bunsay 8-5)

Mei 03, 2019 0 Comments

Ninik Sofie dari Pekanbaru hari ini menelepon. Wah, senang sekali Sofie menerima teleponnya. Ninik bertanya, "Sofie sekarang punya tabungan, ya?". Iya, jawabnya.

Lalu sepertinya ninik menanyakan mau dipakai untuk apa uangnya, karena kudengar Sofie lanjut berceloteh, "Yang pink buat beli mainan, yang biru buat nabung, yang hijau buat dikasih ke kakek...!" lalu, dia langsung menutup teleponnya.

Loh? Looh??

Kok main nutup ajaa... Gak sopaann...

Dia tutup hapenya karena mau main-main dengan hape Bundonya. Haduh!

Sofie hebat, masih ingat untuk apa ia diajak menabung 😆 Meskipun, tertukar menyebutkan fungsi kotak warna pink dan biru, dan masih keliru menyebutkan bersedekah dengan kasih uang ke kakek. Hihihi....


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 02 Mei 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Game Bunsay 8-4)

Mei 02, 2019 0 Comments
Hari ini, saya, suami, dan Sofie pergi ke bengkel untuk mengganti dua ban mobil sebelah depan kami yang sudah bertahun-tahun belum diganti. Kondisinya memang sudah parah... gundul dan retak-retak... Wah, gak kebayang deh, alhamdulillah engga ada masalah sejauh ini selama kami menggunakan mobil ini di dalam maupun ke luar kota. Tidak cuma ban mobil, kami juga mengganti karet wiper yang jika digunakan sampai menggores-gores kaca mobil. Tagihan totalnya... emmm... Besar juga yaa... 😓

Ngomong-ngomong soal biaya perawatan kendaraan, bunda yang memiliki kendaraan di rumah, apakah sudah pernah menghitung perkiraan biaya tahunannya?

Di jalan pulang dari bengkel, saya ngobrol dengan suami, berapa sih sebenarnya uang yang perlu dipersiapkan kalau kita memiliki kendaraan? Dan inilah hasil tanya-jawab yang berhasil saya rangkum....
  • Pajak mobil 1.500.000 per tahun
  • Servis rutin 400.000 per 6 bulan alias 800.000 per tahun
  • Membersihkan AC 650.000 per 2 tahun alias 325.000 per tahun
  • Mengganti 4 ban mobil 3.200.000 per 4 tahun alias 800.000 per tahun
  • Bensin pertalite 400.000 per bulan alias 4.800.000 per tahun
Bisa dilihat... Pengeluaran paling luar biasa itu di bensin ya... Hiks...

...dan total pengeluaran mobil tahunan adalah 8.225.000 rupiah. Kalau dibulatkan ke atas mencapai 8,5 juta. Angka ini hanya perkiraan ya, bisa lebih besar atau lebih sedikit tergantung seberapa sering kita menggunakan mobil dan tergantung standar harga di kota kita.

Malamnya, sebelum tidur, saya ajak Sofie berdoa seperti biasa. Bedanya, kali ini saya tambahkan doa ucapan syukur... "Ya Allah, terima kasih hari ini Sofie dapat rezeki bisa jalan-jalan sama Ayah Bundo... Dapat rezeki bisa mengganti ban mobil dan wiper... Juga makan siang enak di luar. Aamiinn...."


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Rabu, 01 Mei 2019

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini (Game Bunsay 8-3)

Mei 01, 2019 0 Comments
Selama dua hari terakhir, saya mencari ide mau membuat tabungan 3S (save, spend, dan share) dari apa karena saya tidak punya toples bekas. Akhirnya timbullah ide, untuk membuatnya dari kardus kemasan pembalut Hibis yang kini berukuran kecil. Satu kotak kardus itu rencananya akan saya beri sekat sehingga bisa terbagi menjadi tiga ruang. Satu untuk tabungan "saving", satu untuk "spending", dan satu lagi untuk "sharing". Brilian, 'kan? Wkwkwk...
.
Supaya terlihat lebih eye catching bagi anak, saya lapisi bagian luarnya dengan kain flanel yang kebetulan tersedia di rumah bekas membuat boneka beberapa hari sebelumnya. Saya gunakan warna yang berbeda untuk membedakan pula fungsi tiap tabungannya. Maka jadilah kotak tabungan yang disebut sebagai Kotak Harta Karun oleh Sofie karena memang bentuknya menyerupai kotak harta karun.

.
Bundo : "Sofie ingat gak, cerita abang, kakak, dan adik kura-kura kemarin? Abang pakai uangnya buat apa?"
.
Sofie: "Buat beli mainan!"
.
Bundo: "Betul, buat belanja, ya! Kalau kakak?"
.
Sofie: "Buat ditabung!"
.
Bundo: "Betul lagi. Kalau adik?"
.
Sofie: "Buat dikasih ke kakek!"
.
Bundo: "Buat disedekahin yang betul ya, Nak. Nah sekarang, di kotak harta karun Sofie ini ada tiga warna, warna biru, pink, sama hijau. Mana yang Sofie mau buat belanja, buat diambil waktu gede, sama sedekah?"
.
Sofie pun menentukan warna biru untuk tabungan belanja, pink untuk tabungan masa depan, dan hijau untuk sedekah. Lalu saya berikan ia uang pecahan berjumlah Rp 5.000 yang terdiri dari satu koin seribu dan dua lembar uang dua ribu. Sofie kemudian saya pinta untuk memasukkannya ke kotak harta karunnya.
.
Awalnya Sofie mau memasukkan semuanya ke kotak warna biru karena mau beli mainan. Hahaha... Saya pun kembali mengingatkan isi cerita Kura-Kura, kalau pesan Ayah Kura-Kura, sebaiknya besar uangnya dibagi ke tiga pos ini. Pada akhirnya, Sofie memasukkan uang seribu ke kotak biru, dan uang dua ribu ke dua kotak sisanya karena belum paham kalau uang dua ribu lebih besar nilainya dari uang seribu. Hehehe....
.
Maka mulai hari ini Sofie resmi punya celengan sendiri 😊
.
.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Selasa, 30 April 2019

Mendidik Anak Cerdas FInansial Sejak Dini (Game Bunsay 8-2)

April 30, 2019 0 Comments
Sumber: Google

Sebelum tidur malam di hari kedua Tantangan 10 Hari ini, saya menceritakan ke Sofie kisah tentang Keluarga Kura-Kura. Cerita yang saya karang berdasarkan konsep 3(save, spend, share) dari materi tantangan ini.

---

Alkisah di suatu tempat, hiduplah keluarga kura-kura. Suatu hari, Ayah Kura-Kura memanggil ketiga ekor anaknya, Abang Kura-Kura, Kakak Kura-Kura, dan Adik Kura-Kura.

Ayah Kura-Kura berkata, "Anak-anakku, ayah punya hadiah untuk kalian bertiga!"

"Horeee..." ketiga anak Kura-Kura bersorak girang.

"Apa itu, Ayah?" tanya Kakak Kura-Kura.

"Ayah akan memberikan kalian bertiga sekantung uang sejumlah seratus ribu!" sahut sang ayah bangga. "Namun, ingat baik-baik pesan ayah. Gunakan uang tersebut dengan bijaksana."

Singkat cerita, para anak kura-kura menerima sekantung uang berjumlah seratus ribu itu sembari berterima kasih kepada sang ayah. Lalu mereka pun berdiskusi bertiga, saling menanyakan akan diapakan uang sebanyak itu.

Abang Kura-Kura, yang sudah lama mengidam-idamkan video game teranyar yang sering disebut-sebut oleh teman-temannya, menggunakan uang seratus ribu itu untuk membeli game yang ia incar. Sisa uangnya, dibelikannya juga untuk memuaskan keinginannya membeli beragam mainan-mainan menarik yang dijual di toko mainan.

Lain halnya dengan Kakak Kura-Kura yang perhitungan. Ia lebih memilih untuk menabung seluruh uang seratus ribu itu ke rekening tabungannya, dan menikmati uang yang akan sudah naik nilainya itu kelak ketika ia dewasa.

Sementara itu Adik Kura-Kura justru bingung akan diapakan uang seratus ribu tersebut. Ia pun berjalan keluar rumah untuk mencari ide sambil menggenggam kantung uang yang baru ia dapatkan. Tidak disangka, di tengah jalan ia melihat seorang kakek-kakek yang terlihat letih duduk bersandar di salah satu sudut jalan. Tubuh sang kakek terlihat kotor, bahkan bajunya pun kumal. Adik Kura-Kura pun merasa iba.

"Kakek baik-baik saja?" tanya Adik Kura-Kura.

Si kakek awalnya terkejut, namun kemudian ia tersenyum lemah. "Halo adik kecil, sedang jalan-jalan seorang diri?"

"Baju kakek kenapa kumal begitu?" tanya Adik Kura-Kura polos.

"Iya, kakek tidak punya uang untuk mencuci baju..."

"Tubuh kakek kenapa kotor begitu?"

"Kakek pun tidak punya uang untuk membersihkan diri...."

"Kakek kenapa terlihat lemas begitu?"

"Ini karena kakek tidak punya uang untuk membeli makan.... Sudah dua hari ini kakek belum makan apa pun...."

Adik Kura-Kura yang kasihan, dengan serta merta merogoh kantung uangnya, lalu menyerahkannya kepada sang kakek.

"Ini untuk kakek, supaya kakek bisa beli makanan, minuman, dan pakaian."

Sang kakek menerima uang dari Adik Kura-Kura dengan tangan bergetar. Ia pun mengucapkan terima kasih berulang kali. Adik Kura-Kura merasa sangat bahagia setelah membantu kakek tua tersebut.

---

Satu bulan kemudian, Ayah Kura-Kura kembali mengumpulkan ketiga anaknya.

"Bagaimana anak-anak, apa yang sudah kalian perbuat dengan sekantung uang seratus ribu itu?"

"Aku membeli banyak mainan, Yah!" ujar Abang Kura-Kura.

"Lalu, bagaimana perasaanmu sekarang, Abang?" tanya Ayah Kura-Kura.

"Hmm.. Aku sudah bosan dengan mainanku, Yah. Aku ingin beli yang lain lagi, deh. Tapi... uangnya sudah habis...." keluh Abang Kura-Kura.

Ayah Kura-Kura tersenyum. Kemudian ia menanyakan hal yang sama kepada Kakak Kura-Kura.

"Sejujurnya, setelah aku menabung semua uang itu, aku merasa kecewa Yah... Aku berharap bisa menikmati uang sebanyak itu seperti Abang, tapi, rasanya sayang. Duh, aku bingung, Yah!" Kakak Kura-Kura mencurahkan isi hatinya.

Ayah Kura-Kura menepuk-nepuk punggung Kakak Kura-Kura, lalu ia beralih kepada si bungsu.

"Aku memberikan uang itu kepada kakek yang kutemui di jalan, Yah. Ia terlihat kelaparan, letih, dan tidak terawat. Setelah memberikannya uang itu, aku bahagiaaa sekali."

"Wah, mulia sekali hatimu, Nak!" seru Ayah Kura-Kura bangga.

"Nah" lanjut Ayah Kura-Kura lagi,"Tahu tidak, mengapa Ayah memberikan tugas ini kepada kalian bertiga?" Ketiga anak kura-kura menggelengkan kepalanya. "Ayah ingin kalian merasakan bagaimana mudahnya menghabiskan uang banyak, dan merasakan betapa susahnya mengumpulkan uang yang sama banyaknya."

"Ketika kita memiliki sejumlah uang, hal yang bisa kita lakukan ada tiga: menggunakannya untuk memenuhi keinginan kita, sebagaimana yang dilakukan oleh Abang; menabung atau menginvestasikannya untuk digunakan di kemudian hari, sebagaimana yang dilakukan oleh Kakak; dan menyedekahkannya sebagaimana yang dilakukan oleh Adik. Sebenarnya kita tidak perlu menggunakan sekaligus seluruh uang tersebut untuk salah satu pilihan tadi. Kita bisa membagi-baginya sehingga kita bisa melakukan seluruh pilihan tersebut. Jadi, kamu bisa memberikan penghargaan kepada diri sendiri dengan membeli barang yang kita inginkan, merasa aman akan masa depan dengan menabung, serta merasa bahagia dengan memberikan sebagian uang ke orang-orang yang membutuhkan. Bagilah dengan bijaksana".

Ketiga anak kura-kura mengangguk-angguk paham. Mulai saat itu, mereka pun berjanji akan mengatur uang yang mereka miliki dengan sebaik mungkin.

---

Sofie tampak menyimak sekali cerita saya ini. Suami saya pun sampai memuji, cerita saya hebat. Hihihi... Kemudian kami pun terlelap.


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial