Cincopa Gallery

...

Senin, 22 Maret 2021

My 10 Good Habit List

Maret 22, 2021 0 Comments

Lately, I've been thinking about building good habits for my daily routine. It was a couple days ago when I found this book in the marketplace: "The 5 a.m. Club: Own Your Morning, Elevate Your Life" by Robin Sharma. The book explaines that successful people wake up early in the morning. They use one hour of their extra morning time to have an exercise, contemplate on their life, and learn anything they need to accomplish their dreams.


Well, you know, I am not really that morning person. It is hard for me to wake at 5 in the morning. I always wake up after 6 instead. Yeah, I know it's already too late for my subuh prayer. I realize that it is such a bad bad habit even though I've known the benefits of waking up early that are already advised by some Islamic figures. So the book intrigued me. Do they (who aren't moslems) also find benefits from waking up early? Well I am going to find out as soon as I have the book delivered to my home.


After that, I opened youtube and find this one channel: Matt d'Avella. He has this playlist of trying new good habit for 30 days. Although I've subscribed him for years, yesterday I watched those videos for real. He tried take a cold shower for 30 days, journaling for 30 days, stop drinking coffee, stop consuming sugar, meditating, even quit social media for 30 days. In those videos he shares how he struggled to get used to do those habits and how they affected his life. 


Matt also builds a community for people who want to change their life by changing their habit first. He gives step-by-step guidance and motivate those people who join that community. It's really interesting ... I never know that there is a community focusing on habit changes. But, as interested as I am, well ... you know, unfortunately, I can't afford it. 😅


So, now I'm going to try to list some habits I want to have in my life -- with the hope to be a better person in the future, of course. And ... here are 10 habits I want to conquer some day:

  1. Quit social media (facebook and instagram)
  2. Wake up at 5 a.m.
  3. Morning exercise for 20 minutes
  4. Take a bath early in the morning
  5. Drink 10 glass of water
  6. Sleep at 10 p.m.
  7. Eat more vegetables
  8. Exercise 5 times a week
  9. Journaling every day
  10. Read Qur'an 1 juz every week

How about you, guys? Do you have habits you want to have? 

Feel free to share your thoughts! :)

Selasa, 20 Oktober 2020

Menerapkan Ilmu Tidak Marah ala Magnet Rezeki (Bagian 2)

Oktober 20, 2020 0 Comments
Kalau sebelumnya saya menuliskan kisah tidak jadi terlambat menghadiri suatu kegiatan dengan jurus tidak marah, menurunkan garis kebenaran, serta mendoakan kebaikan buat orang yang menyakiti hati, di bagian kedua ini saya mau menceritakan kisah keberuntungan sederhana lainnya dengan kembali melakukan jurus tidak marah.

Kejadiannya terjadi tidak jauh dari hari di bagian pertama. Setelah mengantarkan suami bekerja, saya mengemudikan mobil menuju tempat membeli nasi kuning favorit keluarga kami untuk dijadikan bekal sekolah si kecil.

Karena sebelumnya saya sudah berniat mau menyisihkan sebagian bekal Sofie untuk ibu gurunya, maka ketika tiba di rumah, saya masukkan makanan tersebut ke dua kotak bekal yang berbeda. Kerennya, ketika memindahkan nasi kuning ke salah satu kotak, terjadi insiden kecil yang membuat tangan saya bergetar sehingga mengakibatkan cukup banyak nasi tumpah berceceran ke atas meja dan lantai.

Ya, Allah! Saya kaget.

Stop! Jangan marah! Tiba-tiba terlintas saja pikiran ini di benak saya.

Semua sudah sempurna. Allah mau menguji saya! Akan ada balasan kebaikan yang lebih besar bila saya mengikhlaskan ini! 

Masya Allah... Untungnya seluruh mantra Magnet Rezeki memenuhi kepala saya. 

Akhirnya sambil menertawai kecerobohan saya (yang biasanya ini mustahil terjadi buat saya yang melankolis ini), saya singkirkan bagian nasi yang kotor, lalu menyelamatkan bagian yang masih bersih. Ya, jadinya memang tidak cukup banyak untuk Ibu Guru Sofie. Apa boleh buat....

Kemudian saya mengantarkan Sofie ke PAUD. Saat pulang, saya lihat kotak bekal untuk Bu Guru tadi ludes bersih tak bersisa. Alhamdulillah... Mudah-mudahan Bu Guru senang....

Dan tahu tidak, apa yang terjadi kemudian? 

Sebenarnya tidak ingin mengait-ngaitkan... Tapi, siapa tahu memang ini berkaitan??

Setelah waktu Zuhur, papa mertua mengajak saya dan Sofie berjalan-jalan. Kami bertiga duduk di mobil yang beliau kendarai. Begitu melalui Jalan Ahmad Yani, si kecil melihat logo salah satu gerai pizza yang sangat populer, lalu berceletuk, "Atuuk, Sofie mau pizza!"

Tanpa banyak bicara, papa langsung membelokkan mobilnya, memasuki parkiran tempat makan tersebut, demi memenuhi keinginan cucu tersayangnya. Setengah jam kemudian, kami sudah pulang dengan membawa sekotak besar pizza untuk kami nikmati di rumah.

Jadi... Dengan mengikhlaskan sedikit nasi kuning yang enak... Saya mendapatkan sekotak pizza hangat dan gratis sebagai gantinya.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Kamis, 15 Oktober 2020

Menerapkan Ilmu Tidak Marah ala Magnet Rezeki (bagian 1)

Oktober 15, 2020 0 Comments

Teman-teman pernah mencoba belum, ketika kita bersabar dan tidak marah saat menghadapi sebuah persoalan, Allah akan mengganti kerugian yang kita alami dengan hal yang lebih baik dan tidak kita duga-duga?

 

Ini satu ilmu yang saya pelajari ketika mendengarkan materi Magnet Rezeki di youtube. Simpel banget kedengarannya, ya? Namun percayalah, praktiknya sangat amat tidak mudah untuk dilakukan. Banyak sekali hal-hal yang memicu amarah yang biasa saya temui sehari-hari. Ya, namanya juga seorang ibu dengan anak balita... Ditambah masih suka egois di hadapan suami. Aduh, praktik ilmu ini sungguh luar biasa perjuangannya.

 

Nah, saya mau cerita nih pengalaman awal saya bersabar dan tidak marah ketika menghadapi persoalan. Pengalaman kecil dan sederhana aja, kok. Belum mengalami yang hebat-hebat waktu itu. Hihihi... Teman-teman mau tahu?

 

Jadi, waktu itu saya sedang menyetir sendiri di mobil, habis mengantar anak ke PAUD-nya. Waktu itu jam menunjukkan waktu hampir pukul 08.30 pagi, yang artinya saya harus segera memacu gas untuk ke tempat senam. Saya masuk ke sebuah gang kecil yang memang biasa saya lalui dan merupakan jalur terpendek untuk menuju ke sana. Saat hampir sampai di ujung gang, masuklah sebuah mobil Pajero hitam, besar, dan mengkilap yang berbelok tepat ke arah saya. 

 

Wah, apa-apaan ini? Dia sudah lihat dari jauh kalau ada mobil saya di sini. Kenapa dia tidak berhenti sejenak sebelum berbelok, dan membiarkan saya keluar dari gang sempit ini dulu, baru dia masuk? Mobil itu, di luar dugaan, malah terus melaju dan mendesak saya untuk mundur, lebih jauh daripada jarak ia mundur ke persimpangan di belakangnya, sampai ke area jalan yang memungkinkan mobil kami berselisih. Namun waktu itu ada sebuah gerobak sampah yang juga diparkir di sana. Aduh, makin susah deh untuk parkir mundur. Sikap pengemudinya yang tampak arogan juga membuat saya kesal. Sombong bener ini orang, mentang-mentang pakai mobil mahal. Saya pelototi terus si pengemudi ini ketika mobilnya lewat. 

 

Saya perhatikan dari spion, mobil itu berhenti di depan satu-satunya rumah elit di gang sempit itu. Turun seorang bapak dari samping bangku pengemudinya. Baru saya menyimpulkan, berarti si pengemudi itu kemungkinan besar supirnya. Namanya supir, biasanya tingkahnya memang belagu begitu, pikir saya. Kemudian saya pun kembali melanjutkan perjalanan saya.

 

Saya lihat jam di dasbor mobil. Waduh, ini sih sudah pasti saya akan terlambat sampai di tempat senam. Saya pun seketika teringat dengan pesan dari ajaran Pak Nasrullah di Magnet Rezeki untuk menurunkan garis kebenaran dan tidak marah ketika mendapatkan persoalan, agar rezeki tidak lari. Otomatis saya beristighfar. Saya upayakan sekuat hati, meski hati masih sangat dongkol, untuk memaafkan pengemudi tadi, dan mendoakan semoga ia diberikan kebahagiaan dan kemuliaan oleh Allah. Widiihh... Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi saya terus berusaha sepanjang jalan sampai akhirnya kekesalan itu sedikit berkurang.

 

Dan tahu tidak, apa yang terjadi ketika saya sampai di tempat senam?

 

Lho, saya ini 'kan sudah terlambat hampir 15 menit? Kenapa belum ada suara musik yang kedengaran dari luar, ya?

 

Begitu saya masuk, saya lihat teteh si guru senam masih asyik ngobrol dengan salah satu anggotanya.

 

"Belum mulai, teh?"

 

"Belom, ini baru dua orang yang datang. Ibu-ibu yang dari sekolah Pragama (ini sekelompok ibu-ibu anggota senam yang anak-anaknya sekolah di satu sekolah yang sama) terlambat semua karena ada acara pagi ini di sekolah anak-anaknya."

 

Allahu akbar... Maasya Allah... Ini sih, keren bangeett.

Senin, 06 April 2020

Mini Project: Majalah Elektronik untuk Komunitas

April 06, 2020 0 Comments

Bisa membuat sebuah majalah adalah cita-cita saya sejak kecil. Saya jadi teringat, waktu kelas 3 atau 4 SD dulu, saya pernah membuat majalah mini 6 halaman, yang isinya adalah komik komedi singkat dengan tokoh Tom (kakak saya), Tar (saya sendiri) dan Tik (adik saya). Lalu saya tambahkan cover dan beberapa rubrik lain yang berisikan beragam informasi. Pembacanya tentulah adik dan kakak saya sendiri. Lalu ketika mau mendaftar ekstra kurikuler di sekolah menengah, memilih jurusan perkuliahan di perguruan tinggi, bahkan melamar kerja, jurnalistik atau usaha penerbitan tidak pernah lepas dari pilihan saya. Tapi entah kenapa, takdir mengatakan kalau saya pada akhirnya tidak pernah berkecimpung dalam dunia itu. Saya hanya pernah satu kali benar-benar bekerja di bidang sejenis ini, yaitu ketika saya menjadi editor sabuah buku di sebuah penerbit indie buatan teman kuliah dulu.

Setelah tergabung dalam Ibu Profesional, lebih tepatnya sejak saya mau melepas jabatan ManKeu, tiba-tiba keinginan membuat majalah ini terpikirkan kembali. Saya berpikir kenapa saya tidak membuat majalah internal bagi para IPers IP Padang saja? Majalah ini dapat berfungsi sebagai media laporan atas apa yang sudah komunitas lakukan dalam sebulan terakhir misalnya, juga sebagai media mengenal salah seorang member lebih dalam, dan sebagai media berbagi beragam informasi. Saya sudah membayangkan kalau kegiatan merancang majalah ini pastilah bisa mengasah keterampilan menulis, desain, dan editing saya. Di samping itu saya pun bisa bersilaturahmi dengan teman-teman sekomunitas lainnya, karena tentunya ketika menyusun dan mengumpulkan artikel, saya harus berinteraksi lebih dekat dengan mereka. Ilmu, kisah, maupun pengalaman yang mereka bagikan dapat membuka dan memperluas wawasan saya. Satu paket kegiatan yang mengumpulkan segala hal yang saya sukai: menulis, desain, editing, sekaligus menambah wawasan baru!

Maka, saya merancang Mini Project sebagai berikut:

Judul: Membuat Majalah Elektronik IP Padang

Deskripsi: Sebuah majalah elektronik dapat menjadi media komunikasi, informasi, bahkan sejarah bagi komunitas IP Padang. Beragam pengetahuan, keterampilan, dan karya IPers dapat dicatatkan di sini. 

Majalah elektronik yang saya bayangkan akan berisikan halaman-halaman sebagai berikut:
1. Cover
2. Editorial: berisi tajuk rencana (tema) edisi tersebut
3. Rubrik Laporan: berisi laporan kegiatan IP Padang terbaru
4. Rubrik Utama: berisi liputan wawancara ke salah satu IPer, dan rubrik sharing ilmu dengan narasumber IPer tersebut
5. Rubrik Karya: berisi resep masakan, ide prakarya untuk anak, atau cerpen dari kontributor
6. Rubrik Tanya-Jawab: berisi pertanyaan seputar topik kesehatan dan keluarga dari IPers yang dijawab oleh kontributor
7. Rubrik Hiburan: berisi resensi buku, film, atau tempat wisata keluarga dari kontributor
8. Halaman pendukung/tambahan: Daftar Isi, IPers yang Milad Bulan Ini, dan iklan produk/jasa milik IPers

Susunan Tim Redaksi:
1. Pimpinan Redaksi sebagai penanggung jawab dan penjaga kualitas dari majalah serta sebagai penulis bagian editorial
2. Redaktur Rubrik Laporan sebagai penanggung jawab dan editor rubrik laporan
3. Redaktur Rubrik Utama sebagai penanggung jawab, wartawan, dan editor rubrik utama
4. Redaktur Rubrik Karya sebagai penanggung jawab dan editor rubrik karya
5. Redaktur Rubrik Tanya-Jawab sebagai penanggung jawab dan editor rubrik tanya-jawab
6. Redaktur Rubrik Hiburan sebagai penanggung jawab dan editor rubrik hiburan
7. Redaktur Rubrik Umum sebagai penanggung jawab dan editor halaman pendukung/tambahan
8. Lay-outer sebagai desainer dan penyusun layout majalah
Kontributor 

Sasaran: Target dari produk ini adalah IPers IP Padang

Waktu: Majalah diterbitkan setiap 1, 3, atau 6 bulan sekali

Tempat: Karena berbentuk elektronik, semuanya dapat dilakukan dari rumah masing-masing anggota tim redaksi

Estimasi Dana: Rp 0,-
Selain karena majalah ini diperuntukkan untuk internal dan tidak berorientasi pada profit, saya juga menghindari munculnya motivasi ekstrinsik jika tim redaksi diberikan upah atas kinerjanya. Majalah ini diharapkan menjadi suatu media berkarya bagi seluruh IPers yang ingin terlibat, agar karyanya dapat dikenang dan bermanfaat bagi pembaca. Dengan demikian tidak ada dana yang saya anggarkan pada proyek ini.

Namun majalah ini dapat menerima pendanaan dari IPers yang ingin dagangannya dipromosikan. Uang masuk ini sendiri akan dimasukkan ke dalam kas komunitas.

Parameter Keberhasilan: Proyek dikatakan berhasil bila majalah elektronik telah jadi dan didistribusikan ke seluruh IPers.



















Jumat, 13 Maret 2020

Perubahan setelah Berkeluarga

Maret 13, 2020 2 Comments
Apa perubahan yang paling kamu rasakan setelah berkeluarga?

Kalau ditanyai itu, saya akan menjawab bahwa setelah berkeluarga, saya jadi jauh lebih mengenal para tetangga dibandingkan ketika masih lajang.

Lho, kok bisa??

Hehe... Jadi begini, saat masih lajang dulu, sedari kecil, keluarga saya senantiasa hidup nomaden. Kami sekeluarga sudah pernah tinggal di 3 kota yang berada pada 3 pulau yang berbeda. Di masing-masing kota pun, rumah kami berpindah-pindah. Setidaknya sudah ada 7 rumah yang pernah saya tinggali bersama orang tua. Kemudian semasa kuliah, saya juga tinggal di 2 kota yang berbeda, dan tinggal di 3 kosan yang berbeda. Lalu saat bekerja, saya pun menempati 2 tempat tinggal yang berbeda di kota yang berbeda lagi. Kebayang kan, saya harus selalu siap beradaptasi dengan lingkungan baru. Begitu mulai akrab dengan para tetangga... Eh, sudah saatnya harus pindah lagi.

Nah, jadilah ketika menikah, saya menempati rumah atau tempat tinggal yang ke-13. Selama 5 tahun, saya belum pernah pindah lagi dari rumah ini. Mungkin juga karena sekarang status saya sebagai seorang ibu rumah tangga, saya jadi lebih sering keluar rumah dengan beragam tujuan. Saya jadi kenal dengan bapak tukang sayur ramah yang setiap hari lewat, ibu batak penjual gorengan yang sudah mulai berkeliling saat langit masih gelap, adik kecil penjual donat, pengemudi gojek teman main suami kala kecil, bapak pengantar air isi ulang yang suka ngobrol, abang-abang petugas kebersihan yang suka membantu, ibu RT sekaligus kepala PAUD yang ceria, suami-istri pengelola usaha laundry yang amanah, bapak penjahit yang pendiam, kakak penjahit anak bapak bendahara Masjid, bapak bendahara Masjid bapaknya kakak penjahit, mba-mba penjual sate paling enak seantero Padang, abang-abang pemilik rumah makan mie ramen yang ternyata rajin fitnes, om-om preman setempat yang selalu rajin hadir kala ada warga yang kemalangan, tetangga-tetangga lainnya, sampai mahasiswa saya yang ternyata tinggal di dekat sini.

Saya yang terbiasa tinggal berpindah-pindah sebenarnya pernah merasa bosan... Berharap suami mengajak pindah ke tempat baru. Tapi makin ke sini, saya makin menikmati nikmatnya hidup mengenali dan dikenali oleh para tetangga. Ke mana-mana kok rasanya lebih aman, ya, karena saya tahu ada rumah kenalan saya di setiap sudut jalan. Inilah yang bikin lingkungan rumah saya sekarang berasa jauh lebih homey.

Kalau kamu, apa perubahan yang kamu rasakan setelah berkeluarga?

Sabtu, 07 Maret 2020

Perencanaan Proyek Keluarga

Maret 07, 2020 0 Comments


Setelah kuliah online di beberapa jenjang perkuliahan Institut Ibu Profesional, saya beberapa kali mendapatkan saran dari bu Septi, founder IIP, serta teman-teman kuliah soal membuat proyek keluarga. Beberapa proyek keluarga yang dilakukan oleh teman-teman IPers contohnya proyek keluarga Doyan Dolan yang suka melakukan perjalanan jauh bersama, ada lagi keluarga yang secara aktif mengajarkan masyarakat tentang cara pembuatan kompos dari sampah rumah tangga, sampai keluarga yang fokus memberikan pelatihan pengembangan diri untuk masyarakat sekitarnya. Bu Septi sendiri, baru saya tahu setelah menyimak video terakhirnya di kelas komunitas, ternyata pernah membuat proyek keluarga menyelenggarakan 20 seminar di berbagai kota selama 4 tahun dengan panitia intinya adalah seluruh anggota keluarga mereka. Wow nggak tuh?? 

Manfaatnya apa sih dari mengadakan proyek keluarga ini? 

Selain memberikan manfaat buat diri dan atau orang lain, menjalankan proyek keluarga mampu memberikan peluang besar bagi keluarga untuk saling mengenal anggota keluarga lainnya. Bayangkan saja, jika kita beralih ke kebiasaan baru, tidak dipungkiri kita pasti akan menemukan tantangan baru baik dari dalam maupun dari luar. Nah, proses menghadapi tantangan ini mampu mengajarkan kita mengenali diri, pasangan, dan anak kita dari sudut pandang yang berbeda dari yang biasa kita lihat sehari-hari.

Lalu, proyek apa ya, yang bisa saya lakukan bersama keluarga saya?

Setelah menimbang-nimbang dan mengingat-ingat diskusi lama dengan suami, tadi saya mengajukan dua usulan proyek ke suami... yang sederhana saja.. karena level kami masih pemula. Hehehe.... Yang pertama proyek menjelang Ramadhan 2020, yaitu membiasakan puasa Senin-Kamis bersama setiap pekan, sekaligus olahraga jalan pagi bersama di luar jadwal puasa. Berarti jika Ramadhan masuk di minggu keempat bulan April, maka kami masih akan memiliki 6 pekan untuk menjalankan proyek ini. Dalam 6 pekan ini insya Allah kami akan berpuasa 2x seminggu dan berolahraga 5x seminggu.

Sementara itu proyek kedua sendiri adalah proyek di bulan Ramadhan, yaitu melakukan Safari Ramadhan alias sholat tarawih di masjid yang berbeda-beda. Ide ini muncul dari suami saya bertahun-tahun lalu. Matanya selalu berbinar-binar kalau cerita soal ini. Sayangnya kami belum bisa rutin melaksanakannya karena kemarin-kemarin ada batita di rumah. Karena si batita sekarang sudah lebih terbiasa berada di masjid, kami rasa ini waktu yang pas untuk memulainya. Untuk Safari Ramadhan ini sendiri kami belum bisa menentukan target frekuensi pelaksanaannya... Yaa, semoga bisa dilakukan minimal 3x seminggu.

Mudah-mudahan kedua rencana di atas bisa berjalan dengan sebaik mungkin. 

Kalau kamu, sudahkah merencanakan proyek bersama keluargamu?

Kamis, 27 Februari 2020

Film Juror 8 (2019)

Februari 27, 2020 0 Comments

Film ini mengisahkan kasus pengadilan pertama di Korea Selatan dengan menggunakan sistem juri. Sistem juri ini adalah sistem pengambilan keputusan persidangan oleh hakim dengan mempertimbangkan pendapat dari rakyat sipil. Hal ini berbeda dengan sistem pengadilan sebelumnya yang hanya berlandaskan atas pertimbangan hakim semata.

8 orang warga sipil secara acak dipilih untuk menjadi juri. Mereka berasal dari latar belakang yang sangat beragam, mulai dari sekretaris pejabat, sosialita, mahasiswa, sampai tukang balsem mayat. Kasus pertama yang mereka hadapi yang sekaligus menjadi tahap uji coba sistem juri adalah kasus dugaan pembunuhan seorang perempuan paruh baya oleh putranya yang cacat. Sebenarnya bila dilihat dari hasil penyelidikan polisi, bukti forensik, kesaksian saksi mata, dan pengakuan terdakwa sendiri bahwa ia membunuh ibunya, kasus ini bisa selesai dengan cepat. Namun, Juri no.8, tokoh protagonis dalam film ini, merasa ragu bahwa terdakwa memang 100% bersalah. Ia pun berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin data serta meyakinkan juri-juri lainnya bahwa mereka harus meninjau ulang segala bukti dan kesaksian saksi mata untuk memperoleh kepastian.

Senin, 17 Februari 2020

Prasangka Tak Selalu Nyata

Februari 17, 2020 0 Comments
Pernahkah kamu merasa tidak suka dengan sekelompok orang, sehingga selalu berusaha menghindari interaksi dengan mereka?

Saya pernah. 

Dan sayangnya, setelah hampir satu dekade berhasil menghindari kelompok ini, saya terseret masuk kembali ke dalam lingkaran mereka secara terpaksa.

Mau keluar?

Ng... Kalau keluar terang-terangan, that's not cool....

Akhirnya saya pasrah saja berada di dalam kelompok ini, lagi... Dan mencoba meminimalisir interaksi saya, sebagaimana individu-individu lainnya yang sepertinya juga bernasib sama seperti saya.


Kamis, 05 September 2019

Bunsay 12-1: Keluarga Multimedia

September 05, 2019 0 Comments



KHAN ACADEMY KIDS



Ayah dan Ibu tentunya sudah pernah dong ya, mendengar web Khan Academy. Di web itu kita bisa belajar beragam bidang ilmu yang ada di sekolah/perguruan tinggi dengan cara belajar yang asyik dan sangat mudah dipahami. Nah, ternyata ada lagi, lho, yang namanya Khan Academy Kids yang merupakan aplikasi ponsel berisikan permainan edukasi yang cocok untuk balita.

Edukasi apa saja ya, yang dipelajari anak pada aplikasi ini? Banyak sekali, misalnya belajar mengenal warna, berhitung, ukuran, jumlah, suara alat musik, arti rambu lalu lintas, macam-macam pakaian, dan banyak lagi. Contohnya seperti di video ini, di mana anak sekedar diajarkan cara "tap and drag" atau sentuh dan geser. Untuk balita Ayah/Bunda yang gemas sekali mau mengutak-atik ponsel orang tuanya, bisa diinstalkan aplikasi ini yang pastinya memang cocok untuk anak-anak.

Hal yang menarik dari aplikasi permainan edukatif ini adalah sama sekali tidak ada iklannya. Jadi si kecil bisa puas mengeksplorasi permainan. Di sisi lain, ada beberapa hal yang bisa jadi menjadi hambatan dalam menikmati permainan ini, seperti bahasanya yang menggunakan bahasa Inggris tanpa teks. Yah, bayangin aja seperti nonton film luar negeri yang tidak ada teksnya. Buat sebagian orang tua, agak susah, ya. Bisa jadi, buat si anak sendiri juga bikin dia bingung. Selain itu juga tidak ada fitur memilih tema permainan. Tema permainan akan dipilihkan secara acak oleh komputer. Jadi kalau ada kejadian si kecil lagi asyik main bagian mengenal alat musik misalnya, lalu secara tidak sengaja aplikasi tertutup.... Saat anak menghidupkan aplikasinya lagi, tema permainan yang muncul adalah tema baru. Kalau mau dapat permainan alat musik tadi lagi, si anak harus coba keluar-masuk berulang kali sampai ia beruntung. Hal lain yang perlu jadi catatan adalah laju permainan yang tergolong santai alias lambat. Ya, namanya permainan untuk balita ya, ngga bisa diburu-buruin alurnya. Buat anak yang sudah pernah memainkan permainan lain di ponsel yang lebih cepat alurnya, ini bisa terasa membosankan.

Intinya sih, permainan edukasi ini menurut saya cocok bagi anak usia balita, belum terlalu terpapar permainan di gadget, dan dalam tahap mau dikenalkan dengan bahasa Inggris.

Bunsay 12-2: Keluarga Multimedia

September 05, 2019 0 Comments

CHAI'S PLAY

Kalau kemarin saya mereview aplikasi permainan untuk anak, nah kali ini saya akan mereview aplikasi yang dapat membantu para orang tua mencari ide aktivitas bersama anak. Apa tuh namanya? Chai's Play namanya!

Ketika memulai aplikasi ini, Ayah dan Ibu akan dimintai untuk memasukkan tanggal lahir sang anak. Nantinya si aplikasi akan menghitung sendiri berapa tahun berapa bulan dan berapa hari usia sang anak lalu merekomendasikan beragam aktivitas yang dapat dilakukan bersama anak sesuai dengan usianya. Seru, 'kan? Ragam aktivitas yang disarankan oleh aplikasi ini kebanyakan sangat sederhana. Contohnya seperti yang dapat dilihat di video, untuk Sofie yang berusia 3 tahun 8 bulan (1364 hari), aplikasi menyarankan permainan seperti melipat selimut bersama, atau menggambar bentuk menggunakan sedotan.

Selain aktivitas bersama anak, Chai's Play juga memberikan bacaan ringan untuk tambahan pengetahuan parenting bagi orang tua sebagaimana artikel mengenai menilai kadar percaya diri anak yang ada di dalam video. Ayah dan ibu sebagai pemilik akun pun bisa menyimpan ide aktivitas atau artikel sehingga bisa membacanya lagi di lain waktu.

Satu aplikasi yang sangat komplit, ya! Wajar saja aplikasi ini mendapat penghargaan sebagai aplikasi Pilihan Editor GooglePlay.

#Day2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
#ReviewAplikasi
#ReviewChaisPlay

Selasa, 13 Agustus 2019

Bunsay 11-2 : Fitrah Seksualitas

Agustus 13, 2019 0 Comments
Materi II  -  PENDIDIKAN FITRAH SEKSUALITAS SEJAK DINI




Review :
 
Materi kedua ditampilkan oleh tim pemateri ke-2. Topiknya berjudul Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Usia Dini. Isinya berupa: pengertian fitrah seksualitas, tahapan pendidikan seksualitas, peran ayah dan ibu dalam pendidikan fitrah seksualitas, serta adab yang harus diajarkan kepada anak.

Fitrah seksualitas didefinisikan sebagai bagaimana individu berpikir, merasa, dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati. Fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks yang fokusnya pada pendidikan seputar organ reproduksi maupun sistem reproduksi manusia. Masih berkaitan dengan topik sebelumnya, ya. Menurut saya topik utama di materi ini seharusnya adalah bagian adab itu tadi: adab masuk kamar orang tua, tidur terpisah dengan orang tua, berpakaian, memandang, dan berinteraksi. Namun sayangnya penjelasannya masih ditampilkan secara umum, tidak diuraikan secara jelas. Hal ini diakui juga oleh tim pemateri yang mengatakan bahwa mereka belum maksimal dalam memberikan materi.

Kekurangan isi materi oleh tim pemateri menurut saya pada akhirnya bisa diimbangi di sesi diskusi. Kelompok ini mendapatkan 9 pertanyaan masuk, yang lebih banyak dari pada presentasi kelompok sebelumnya. Pertanyaan yang masuk pun banyak bertanya seputar pelaksanaan pendidikan adab di lapangan, seperti kapan seharusnya anak pisah tempat tidur dengan orang tuanya, bagaimana cara meminta anak tidur di kamar sendiri, apa yang harus direspon oleh ibu ketika anak laki-lakinya mengomentari sang ibu yang lagi berdandan di rumah, bagaimana mengajarkan anak berpakaian tertutup di rumah, dsb. Selain itu sebagian penanya juga memikirikan peran ayah dalam pengasuhan, seperti bagaimana bila di sekolah tidak ada sosok guru laki-laki, dan bagaimana bila ayah bekerja jauh dari rumah sehingga tidak memungkinkan mendidik anak dari dekat.

Kesimpulan yang saya peroleh dari diskusi kelompok ke-2 adalah bahwa mendidik anak mengenai fitrah seksualitas bisa, lho, dimulai sejak dini. Tidak harus sejak anak usia SD apalagi remaja. Karena sejak anak berusia 15 tahun atau baligh, anak kita bukan lagi anak kita. Maka persiapkanlah masa sebelum anak berusia 15 tahun untuk menanamkan fitrah seksualitas yang baik bagi anak.

Minggu, 11 Agustus 2019

Bunsay 11-1 : Fitrah Seksualitas

Agustus 11, 2019 0 Comments
Materi I  -  PEMAHAMAN PERBEDAAN GENDER


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Catatan:
  • Tugas penulisan pada level ini adalah membuat review dari 10 materi yang disajikan oleh 10 kelompok
  • Review adalah peninjauan kualitas (kelebihan dan kekurangan) dari suatu hal (film, buku, tulisan, dll)
  • Hal yang di-review adalah: 
    • isi materi
    • keberlangsungan diskusi
    • kesimpulan yang diperoleh, dsb

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
 

Review:

Materi yang disajikan oleh tim pemateri memiliki dua sub bahasan utama, yaitu mengenai pemahaman perbedaan gender dan teknik mengenalkan perbedaan gender kepada anak. Dari materi ini, ada satu hal yang baru bagi saya, yakni definisi dari gender. Sebelumnya saya memahami bahwa gender itu sama dengan jenis kelamin. Namun setelah mempelajari materi ini saya baru paham bahwa saya telah keliru selama ini. Gender sangat berbeda dari jenis kelamin. Jenis kelamin ada dua, yaitu laki-laki dan perempuan. Sifat jenis kelamin ini biologis, diberikan secara lahiriah oleh Tuhan dan tidak dapat diubah. Lain halnya dengan gender yang bersifat non biologis, merupakan pandangan individu mengenai dirinya, dapat dipengaruhi oleh kultur, dan dapat berubah. Makanya, ada yang namanya transgender, tapi tidak ada yang namanya transkelamin, hehehe.... Dengan pemahaman dasar yang sudah tepat inilah, saya rasa saya jadi jauh lebih siap dari sebelumnya untuk belajar mengenai fitrah seksualitas.


Dari segi tampilan materi, tim pemateri mampu menyajikan slide presentasi yang ringkas, padat, dan apik. Susunan layout-nya menarik dan warnanya cantik. Hanya saja, disayangkan pada beberapa bagian ada tulisan yang terlalu padat sehingga sulit dibaca. Beberapa kesalahan penulisan pun masih ditemukan pada slide tersebut. Namun hal ini masih dapat saya maklumi karena tim ini adalah tim pertama yang tampil setelah dilakukan pembagian kelompok kurang dari 2x24 jam sebelumnya.

Materi dibagikan sekitar pukul 11 siang dan kemudian dipresentasikan oleh tim pemateri pada pukul 16 sore. Tim pemateri memberikan kesempatan peserta kuliah untuk bertanya bila ingin menanggapi isi materi hingga pukul 15 sore. Sisa waktu sejam digunakan tim tersebut untuk mendiskusikan jawaban yang akan ditampilkan. Ketika presentasi, tim menyiapkan seorang moderator dan seorang pemateri. Moderator bertugas sebagai pembuka, penutup, dan pengarah jalannya diskusi sementara pemateri bertugas menyajikan jawaban dari hasil diskusi tim. Ada beberapa pertanyaan yang dijawab dengan jawaban dari hasil diskusi tim, ada pula yang merupakan jawaban dari individu anggota tim. Tipe jawaban dari tim ini pun dinilai komplit oleh para peserta karena menyajikan versi jawaban yang umum maupun yang Islami. Hal yang saya kurang sukai adalah sebagian jawaban diperoleh dari hasil googling, bukan merupakan pemikiran tim itu sendiri. Namun mengingat kembali keterbatasan waktu untuk menyiapkan materi dan berdiskusi bagi tim ini, serta keterbatasan ilmu tentunya, membuat hal tersebut masih dapat dimaklumi.

Hal yang paling saya sukai dalam diskusi adalah anggota tim yang bukan bertugas sebagai moderator maupun pemateri bertindak sangat aktif meramaikan suasana. Di samping itu, penentuan prosedur presentasi seperti yang telah saya uraikan di atas merupakan inisiatif dari tim ini sendiri. Prosedur pengumpulan pertanyaan sebelum diskusi dimulai, penentuan adanya seorang moderator dan seorang pemateri yang akan tampil, dan penentuan gaya menjawab, itu semua sebelumnya tidak diatur oleh fasilitator dalam diskusi mekanisme tantangan level 11. Prosedur ini tampaknya berhasil dengan baik karena mendukung proses belajar bersama dan saya lihat ditiru oleh tim-tim selanjutnya.

Di antara tim lain, tim ini memiliki waktu pembentukan kelompok, perkenalan anggota, pembagian tugas, serta berdiskusi yang paling singkat. Bagi tim yang beranggotakan ibu-ibu (ada ibu rumah tangga maupun ibu pekerja), saya rasa hasil yang diberikan sudah sangat optimal. Hal ini terbukti dari semaraknya proses diskusi yang berlangsung.

Jumat, 26 Juli 2019

Bunsay 10-10: Membangun Karakter Lewat Dongeng

Juli 26, 2019 0 Comments

Dulu waktu kecil, saya suka sekali meminta mama saya untuk menceritakan dongeng perdebatan antara beragam benda mengenai siapa di antara mereka yang paling hebat. Misalnya antara pintu dan jendela.. Meja dan kursi.. Hingga bulan dan matahari. Sebenarnya jalan ceritanya simpel. Dari sekian benda yang saling adu mulut, ujung-ujungnya disimpulkan bahwa mereka masing-masing hebat, karena sama-sama dibutuhkan oleh manusia.

Nah, hari ini saya ingin memberikan Sofie dongeng serupa namun tidak sama. Topiknya mengenai perbandingan antara gizi hewan yang kita makan. Simak yuk, ceritanya....

Alkisah Pak Atan (nama tokoh pak tani di Didi and Friends) memiliki ternak ayam, kambing, sapi, dan kelinci. Suatu hari, Pak Atan mau mengadakan kenduri untuk merayakan ulang tahun anaknya. Anak-anak sekampung akan diundang makan malam pada acara ini.

Selagi Pak Atan sekeluarga sibuk merencanakan kenduri, para hewan ternak pun sibuk unjuk diri, saling bertanding siapa yang paling layak untuk disajikan di atas meja makan. (Note: Saya selalu menekankan ke Sofie kalau hewan-hewan itu bahagia kalau bisa bermanfaat untuk manusia.. Mereka senang bisa dikonsumsi, dari pada mati terbengkalai tanpa manfaat.. Kecuali jika matinya malah bisa menyuburkan tanah, yaa)

Ayam berkata, "Pasti Pak Atan akan memilihku. Selain rasaku yang lezat, aku juga bisa dimasak menjadi beragam jenis masakan. Akulah hewan favorit banyak orang, tok-petok!"

"Mbeeek", sanggah kambing. "Di mana-mana, akulah hewan yang selalu menjadi menu istimewa di segala kenduri. Pak Atan pasti akan memilihku!"

Sapi melenguh, "Heh kambing, kamu itu terlalu tinggi kolesterolnya. Meskipun kamu spesial, tapi tidak semua orang mau memakanmu. Tapi aku, akulah hewan yang lebih cocok untuk kenduri. Dagingku banyak, cocok dimakan untuk orang sekampung!"

Ketiga hewan tersebut terus berdebat sepanjang malam. Hanya ikan yang terdiam. Ia minder karena ialah hewan yang ukurannya paling kecil, serta sangat biasa. Harganya pun yang paling murah jika dibandingkan dengan hewan lainnya. Tidak istimewa sama sekali, pokoknya.

Akhirnya jadwal kenduri semakin dekat. Sehari menjelang kenduri Pak Atan beekunjung ke peternakannya untuk memilih hewan mana yang akan ia sajikan sebagai menu makan malam. Semua hewan berdiri tegak, bersiap untuk dipilih oleh Pak Atan. Namun apa yang terjadi? Pak Atan tidak mendekati kandang ayam, kambing, maupun sapi. Ia justru mendekati kolam ikan dan menangkap beberapa ekor ikan.

"Alhamdulillah dapat banyak. Anak-anak pasti senang bisa menikmati ikan-ikan yang banyak gizinya ini. Sudah tinggi protein, rendah lemak, kaya omega 3 yang bagus untuk kecerdasan otak anak-anak, lagi!" seru Pak Atan puas dengan hasil tangkapannya.

Ikan yang ditangkap takjub dengan puji-pujian Pak Atan terhadap dirinya. Sementara ketiga hewan lain hanya bisa melongo....

Ceritanya menarik 'kan, ya... Sebenarnya untuk pilihan akhir hewan apa yang mau dipilih, bisa kita ubah-ubah, kok. Tergantung situasi... Kalau mau anak suka makan ikan, maka jadikanlah ikan sebagai juaranya. Demikian pula sebaliknya.

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Bunsay 10-9: Membangun Karakter Lewat Dongeng

Juli 26, 2019 0 Comments

Sore hari ini, saat sedang bingung mau mendongeng apa untuk Sofie, Sofie mengajak saya bermain boneka. Hmm, oke deh. Saya setuju untuk main, namun tidak seperti biasanya, saya ingin gaya bermain kami kali ini seolah-olah ia yang menentukan jalan ceritanya... Jadi seperti ia yang mendongeng kan, ya?

Jadi Sofie memegang sebuah boneka yang memerankan peran sebagai kakak. Lalu saya memegang boneka yang memerankan adik.

Boneka kakak awalnya menawarkan adik makan coklat. Adik bersemangat sekali menerima tawaran kakak. Lalu mereka makan coklat bersama-sama.

Kemudian, adik bilang bahwa ia juga mau makan permen, lolipop, agar-agar, dan gula-gula sekaligus. Boneka kakak yang dipegang Sofie, langsung melarang karena kalau banyak-banyak, nanti sakit gigi.

Boneka adik tetap bandel. Ia bilang kalau ia tidak mau makan sayur, buah, dan daging. Ia hanya mau makan cemilan.

Boneka kakak pun kembali merespon. Ia menjelaskan bahwa kalau buah dan sayur akan membuat tubuh sehat dan kuat.

Namun ya, boneka adik tetap ngotot makan cemilan manis. Akibatnya, ia ternyata meringis kesakitan. Giginya berlubang!

Boneka kakak yang khawatir, menyarankan boneka adik untuk bersegera menemui dokter gigi. Namun si adik lari sambil menutup giginya rapat-rapat.

Sofie pun mengerahkan kedua tangannya untuk menangkap boneka adik, dan memaksakan boneka dokter gigi untuk mengobati gigi boneka adik. Kemudian ia tertawa puas.

Hehehe....

Ini seperti cerminan pengalaman Sofie sendiri. Saya sering kali menjelaskan bahwa kebanyakan makan gula dapat membuat gigi berlubang dan terasa sakit. Tontonan Sofie pun sering saya berikan seputar kisah sakit gigi ini. Selain itu ia juga pernah berobat ke dokter gigi, kemudian giginya dibersihkan secara paksa waktu itu oleh sang dokter gigi. Mungkin karena berkesan, makanya ia mengarang permainan bonekanya dengan jalan cerita yang demikian.

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Kamis, 25 Juli 2019

Bunsay 10-8: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng

Juli 25, 2019 0 Comments

Hari ini Sofie meminta kembali dikisahkan mengenai bencana alam, tapi tentang banjir.

Awalnya, saya menceritakan fenomena alam hingga terjadi banjir. Awalnya orang-orang membangun rumah di area lembah. Nah, saat itu alam masih asri, area resapan air di daerah ketinggian masih berfungsi dengan baik. Kalau ada hujan di atas, airnya diserap oleh tanah di atas. Pokoknya aliran air masih normal, deh!

Tapi kemudian lama kelamaan karena jumlah penduduk bertambah, pembangunan rumah merambat hingga ke atas. Akhirnya area resapan air semakin berkurang. Jadinya bila hujan turun di atas, maka rumah-rumah yang ada di bawah akan kebanjiran, karena air yang tidak terserap di atas akan mengalir menjadi banjir di area bawah.

"Kok ceritanya gitu aja?" protes Sofie.

Saya tertawa. Dia sepertinya lebih suka cerita yang ada tokoh dan dialognya.

Akhirnya saya cerita ulang kisah banjir, namun dengan tokoh panda dan serigala. Si panda suka sekali menjaga kebersihan rumahnya. Setiap pagi halaman disapu. Sampah dikumpulkan dan dibuang ke tempat sampah. Sementara serigala malas bersih-bersih. Semua sampah ia buang sembarangan. Akibatnya, rumahnya terlihat seperti tumpukan sampah.

Panda sudah sering menegur kebiasaan buruk serigala ini. Namun serigala masa bodoh. Ia terus saja berbuat sekenanya.

Sampai pada suatu hari. Waktu itu malam. Semua hewan tidur lelap di rumah mereka masing-masing. Hujan deras turun sehingga mereka pun makin nyaman tidur di balik selimut.

Menjelang subuh, serigala terbangun dan meraba-raba kasurnya yang terasa basah.

"Lho, kok basah ya? Apa aku mengompol?" pikirnya.

Pelan-pelan ia membuka mata, dan terkejut menyadari ternyata rumahnya sudah kebanjiran! Kasurnya yang diletakkan di atas lantai pun basah.

"Uwaaw!" serunya sampai terlompat. "Banjiirrr!"

Serigala bingung harus melakukan apa. Ia pun berkeliling menyelamatkan perabotannya yan bisa diselamatkan.

Sementara itu, ketika langit mulai terang, panda bangun dari tidur malam yang sangat nyenyak. Ia melihat halamannya dan tersenyum karena bunga-bunga di taman bersuka ria setelah tersiram hujan. Namun ketika ia menoleh ke rumah serigala, ia terkejut. Ia melihat serigala swdang sibuk mengumpulkan sampah dan mengeringkan perabotnya yang kebanjiran di halaman rumah.

"Waduuh serigala, apa yang terjadi?" seru panda.

Serigala pun menceritakan musibah yang baru saja ia lalui. Ia menyesal tidak mendengarkan nasihat panda untuk menjaga kebersihan rumahnya. Panda pun akhirnya membantu serigala membereskan rumahnya.

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Bunsay 10-7: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng

Juli 25, 2019 0 Comments

Kali ini, sesuai permintaan Sofie, Bundo mendongeng cerita tanah longsor.

Ada serombongan keluarga yang sedang melakukan perjalanan dari Padang ke Pekanbaru menggunakan mobil. Ada ayah, ibu, dan anak-anak.

Waktu di tengah perjalanan, sebelum memasuki area bukit-bukit gundul, langit terlihat menggelap. Angin pun berhembus kencang.

"Waah, mau hujan lebat kayaknya nih, Yah!" kata si ibu.

"Waduh, di depan kita ada bukit yang rawan longsor... Sebaiknya kita cari tempat beristirahat dulu, ya" ujar sang ayah.

"Kenapa gak jalan, yah?" kata si kecil di belakang.

"Kalau hujan lebat saat kita di area bukit nanti, kita bisa terjebak tanah longsor, nak. Berbahaya" terang ayah kembali. Para anak pun mengangguk mengerti.

Selagi mencari tempat untuk singgah, ternyata ada motor yang tetap melaju di jalan raya. Sang ayah berseru,

"Pak, hati-hati nanti bisa ada longsor! Ayo berhenti dulu!"

"Tidak bisa, Pak! Saya buru-buru!" motor pun terus melaju.

(Ceritanya bisa saling ngobrol di jalan raya. Hahaha)

Akhirnya mobil ayah melipir ke tempat makan terdekat, sementara si pengendara motor terus melaju kencang.

"Bagus, sebentar lagi bisa sampai nih, tinggal melewati bukit-bukit ini!" pikir bapak pengendara motor.

Namun hujan lebat pun turun. Angin pun bertiup kencang. Bukit yang memang sudah agak rapuh pondasinya beberapa meter di depan pengendara motor pun longsor. Si pengendara motor terkejut dan membanting setir hingga terpelanting dari motornya.

"Uaaahhhh....!!" serunya kesakitan. "Toloong... Toloong...!"

Namun sayang, tidak ada siapa pun di dekatnya. Semua orang menghindari bukit ketika hujan lebat turun.

Satu jam kemudian, ketika hari sudah cerah kembali, mobil si ayah dan keluarganya akhirnya berjalan melewati area bukit. Namun tentu saja, jalanan terputus karena ada longsoran tanah. Tapi dari kejauhan, si ayah melihat sesuatu yang janggal.

"Eh, ada orang tergeletak di jalan!"

"Ayo kita bantu, Yah!" ujar ibu.

Mereka pun bersegera menolong orang yang ternyata adalah pengendara motor tadi. Untunglah nyawanya masih dapat diselamatkan.

"Jadi Sofie, kalau hujan lebat, hati-hati sama tanah longsor di area perbukitan, yaa" pesan saya.

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Bunsay 10-6: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng

Juli 25, 2019 0 Comments

Tidak seperti biasanya, hari ini Sofie minta didongengkan kisah gempa bumi. Dia memang sedang suka menonton video Baby Bus kisah bencana alam di Youtube. Oke lah nak, Bundo ceritakan ya, kisah gempa bumi.

Alkisah ada hewan-hewan kecil yang sedang bersekolah. Ada panda, monyet, kelinci, kuda nil, dan lain-lain. Sewaktu jam pelajaran sama ibu guru domba, tiba-tiba ada getaran.

"Gempa bumii" teriak salah seorang siswa.

"Anak-anak, ayo berlindung di bawah meja!" seru bu guru.

Para hewan kecil segera menyelamatkan diri di bawah kolong meja. Namun si monyet malah lompat ke atas meja dan berteriak-teriak panik.

Panda kecil yang berada di dekatnya pun menegur, "Monyet, jangan panik! Tetap tenang dan ayo lindungi kepalamu dari reruntuhan. Ayo sembunyi di bawah meja!"

"Iya iyaa~!"

Kemudian setelah beberapa saat goncangan gempa mulai berkurang. Ibu guru domba pun keluar dari balik mejanya.

"Anak-anak, sekarang ambil tas kalian, lindungi kepala kalian dengan tas, ya.... Mari kita berbaris rapi turun ke lapangan menggunakan tangga. Tetap tenang dan tertib, oke?"

"Oke buuu...!" jawab hewan-hewan kecil serempak.

Para penghuni kelas itu pun turun dengan selamat sampai ke lapangan di depan sekolahan.

"Nah bagus, ingat ya, anak-anak, ketika ada bencana, tetaplah tenang supaya bisa berpikir jernih. Kemudian lindungilah diri kalian segera!"

"Kalau ada gempa, kalau kita berada di dekat pintu keluar, bersegeralah keluar dan berdiri jauh dari gedung. Namun kalau kita berada di dalam ruangan, lindungi dulu diri kalian di bawah kolong meja, atau ke kamar mandi, dan saat kondisi membaik, barulah bersegera ke luar ruangan."

Sambil saya bercerita, Sofie senang sekali mengarahkan cerita saya. "Jangan panik!", "Sembunyi di bawah meja!", atau "Sembunyi di kamar mandi!" katanya. Hehehe....

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Rabu, 24 Juli 2019

Bunsay 10-5: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng

Juli 24, 2019 0 Comments
Hasil gambar untuk jerapah tidur berdiri

Saya teringat salah satu kisah dari sebuah buku yang suka saya baca akhir-akhir ini. Kisahnya menceritakan bahwa bayi jerapah itu ketika baru lahir dan berusaha untuk berdiri, kakinya akan ditendang keras oleh induknya sehingga ia terjatuh. Lalu jika ia mencoba berdiri kembali, induknya lagi-lagi akan menendangnya hingga terjatuh. Begitu terus berulang-ulang. ...terkesan kejam, ya? Namun, tahu tidak Bunda, ternyata induk jerapah melakukan itu supaya anak jerapah tersebut akan memiliki kaki yang kokoh, yang tidak akan pernah mudah terjatuh. Hal ini diperlukan jerapah untuk dapat melindungi diri mereka di alam liar.

Saat mengisahkan kisah itu kepada Sofie, ia suka sekali waktu saya menceritakan adegan si induk menendang kaki anaknya berulang-ulang. Mungkin karena ekspresi saya bombastis ya waktu itu, hehehe....

Hikmah yang saya rangkum dari sini untuk Sofie adalah ada kalanya orang tua menunjukkan rasa sayang ke anaknya dengan cara yang terlihat kejam, padahal itu demi kebaikan anaknya di masa mendatang. Misal nih, Sofie main gadget lama-lama, Bundo akan marah. Kenapa marah? Karena Bundo sayang sama mata Sofie....


#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Selasa, 23 Juli 2019

Bunsay 10-4: Membangun Karakter Anak Lewat Dongeng

Juli 23, 2019 0 Comments
Malam ini, saya kembali memanfaatkan senter dongeng sebagai sarana mendongeng ke Sofie. Kisah yang saya pilih adalah kisah Rubah dan Kucing. Ini termasuk kisah yang baru saya tahu. Jadi, sebelum mulai menceritakannya, saya googling dulu, plotnya gimana sih...? Ternyata ini termasuk kisah fabel lama yang populer di Eropa di masa lalu yang sepertinya kepopulerannya tidak sampai ke Indonesia.



Hasil gambar untuk rubah dan kucing


Kisahnya cukup singkat. Rubah dan kucing sedang berjalan melintasi hutan. Sambil berjalan berdua, mereka mengobrol tentang taktik menyelamatkan diri dari incaran serigala-serigala pemburu. Rubah menyombongkan diri bahwa ia punya seratus cara untuk selamat dari kejaran serigala. Kucing terkagum-kagum dan menyatakan bahwa ia hanya punya satu cara. Lalu kucing bertanya, apa saja seratus cara yang diketahui rubah, namun rubah tidak mau menjawabnya.

Di saat yang bersamaan, ternyata tiga ekor serigala pemburu sedang berkeliaran. Mereka mengendus bau rubah dan kucing kemudian berlarian mengincar kedua hewan tersebut. Rubah dan kucing terkejut mendengar auman serigala dari jauh. Kucing pun bersegera mencari pohon yang kokoh dan tinggi kemudian memanjatnya. Sementara itu rubah berdiri bingung mau menyelamatkan diri dengan taktik yang mana dari seratus taktik yang ia miliki. Lama kelamaan serigala semakin mendekat. Kucing mengingatkan rubah untuk segera menyelamatkan diri. Namun terlambat, karena begitu bingungnya menentukan cara yang mana, rubah justru diterkam oleh para serigala.

Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah pertama, jangan menyombongkan diri. Kedua, lebih baik kita punya satu cara yang pasti akan berhasil dalam menyelesaikan masalah daripada banyak cara namun belum pasti keberhasilannya.

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari

Bunsay 10-3 : Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng

Juli 23, 2019 0 Comments
Saya baru membeli senter dongeng dari toko online buat Sofie. Senter ini punya beberapa film yang kalau kita pasang di badannya, nanti filmnya bisa dipantulkan ke mana saja, seperti dinding kamar ataupun loteng. Tergantung ke arah mana kita memancarkan sinar senternya. Kalau dihidupkan dikala kamar sudah gelap menjelang jam tidur anak, wow... acara mendongeng kita bisa jadi seru sekali lho, bunda!

Hasil gambar untuk itik buruk rupa

Satu kisah yang saya pilih adalah kisah Itik Buruk Rupa. Dongeng karya Hans Christian Andersen ini pasti sudah tak asing lagi ya, sama bunda-bunda semua. Kisah ini menceritakan kisah seekor bayi angsa hitam yang menetas di tengah-tengah bayi itik. Mereka mengira ia pun itik, namun berwarna hitam. Warnanya tersebut dianggap tidak menarik oleh saudara-saudaranya yang memiliki bulu berwarna kuning keemasan. Selain itu, suaranya pun tidak berbunyi "kwek kwek" melainkan "ook ook". Sungguh tidak enak didengar! Induk bebek tidak mau mengakui bahwa si hitam ini adalah anaknya. Ia pun diejek dan dijauhi oleh keluarganya. Tentu ia sangat bersedih hati.

Hingga akhirnya pada suatu hari, ketika si itik hitam ditinggal jalan-jalan oleh induk dan saudara-saudaranya, ia bertemu dengan seekor angsa putih yang sangat anggun. Sang angsa menghiburnya yang sedang terlihat sedang menangis. Setelah si itik hitam menceritakan kisahnya, sang angsa malah menjelaskan kalau ia sama sekali bukanlah seekor bebek seperti keluarganya yang lain melainkan seekor bayi angsa yang kelak saat tumbuh dewasa, ia akan menjadi putih dan anggun seperti dirinya.

Kemudian waktu pun berlalu. Si itik buruk rupa pun menjelma menjadi angsa putih yang anggun. Ketika bertemu dengan keluarga lamanya, mereka terpana melihat betapa indah saudara yang dulu mereka hina.

Waktu menceritakan kisah ini, karena Sofie sendiri tidak paham bentuk itik dan angsa seperti apa. Tapi yang saya tekankan kepadanya adalah kalau kita tidak boleh mengejek bentuk fisik orang lain bagaimanapun buruknya wujudnya sebab mereka pun diciptakan Allah sama seperti kita. Menghina wujud suatu makhluk, berarti sama dengan menghina penciptanya.


Note: Saya gak paham beda itik dan bebek, lalu benarkah angsa itu saat lahir berwarna hitam dan berbunyi ook ook... Semoga penamaan hewan di atas nggak salah ya, hihi...

#GrabYourImagination
#Kuliah BunSay IIP
#Level 10
#MembangunKarakterAnakMelalui Dongeng
#Tantangan 10 hari